KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada

Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada

Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada

SALATIGA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Salatiga mengimbau seluruh pelanggan meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya kasus pencurian meteran air di sejumlah wilayah. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar pelanggan tidak mengalami kerugian maupun gangguan pelayanan air bersih.

Direktur Utama PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi, mengatakan pencurian meteran air tidak hanya merugikan pelanggan, tetapi juga mengganggu kelancaran pelayanan distribusi air bersih.

“Meteran air merupakan aset penting dalam pelayanan. Kami mengimbau seluruh pelanggan agar menjaga dan melindungi meteran air yang terpasang di rumah masing-masing serta tidak memberikan akses kepada orang yang tidak berkepentingan,” ujar Imron melalui rilis.

Menurutnya, pelaku pencurian umumnya mengambil meteran untuk dijual kembali. Akibatnya, pelanggan berpotensi mengalami gangguan pasokan air hingga dikenai biaya penggantian meter sesuai ketentuan yang berlaku.

Imron meminta masyarakat segera melaporkan kepada PDAM maupun aparat berwenang apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi meteran air.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Jika melihat orang yang mencurigakan berada di sekitar meteran air, segera laporkan agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

PDAM juga mengimbau pelanggan memasang pengaman tambahan pada meteran air, terutama yang berada di luar pagar rumah atau di lokasi yang mudah dijangkau. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya pada malam hari maupun saat rumah dalam keadaan kosong.

“Keamanan meteran air merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatnya kewaspadaan pelanggan, kami berharap kasus pencurian dapat ditekan sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” pungkas Imron.

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
[pekok2]