URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Lonjakan konsumsi energi terjadi selama Satgas RAFI 2026, dicatat Pertamina Patra Niaga di wilayah Jawa Bagian Tengah, seiring arus mudik dan balik Lebaran. Peningkatan BBM dan LPG dipicu mobilitas masyarakat, diantisipasi melalui penguatan stok, layanan Serambi MyPertamina, serta distribusi energi yang tetap terjaga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Konsumsi BBM dan LPG Meningkat Selama Mudik, Pertamina Pastikan Pasokan Aman hingga Arus Balik

Konsumsi BBM dan LPG Meningkat Selama Mudik, Pertamina Pastikan Pasokan Aman hingga Arus Balik

Konsumsi BBM dan LPG Meningkat Selama Mudik, Pertamina Pastikan Pasokan Aman hingga Arus Balik

Foto: .Dok
featured-img

Semarang, Maret 2026 – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat adanya peningkatan signifikan konsumsi energi selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026. Lonjakan ini seiring tingginya mobilitas masyarakat pada masa arus mudik hingga arus balik Lebaran.

Berdasarkan data realisasi harian, konsumsi BBM ritel jenis gasoline mengalami kenaikan sebesar 28,4 persen, dari rata-rata normal 12.943 kiloliter (KL) menjadi 16.625 KL per hari. Puncak konsumsi terjadi pada 19 Maret 2026 dengan volume mencapai 20.681 KL, didorong meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi.

Di sisi lain, konsumsi gasoil justru mengalami penurunan sebesar 10,2 persen, dari 7.069 KL menjadi 6.350 KL per hari.

Pada sektor LPG, Pertamina juga mencatat peningkatan konsumsi sebesar 6,7 persen, dari rata-rata 4.854 metrik ton (MT) menjadi 5.179 MT per hari. LPG subsidi 3 kilogram mengalami kenaikan 7,2 persen dari 4.630 MT menjadi 4.965 MT per hari. Sementara itu, LPG non-subsidi turun 4,7 persen dari 224 MT menjadi 214 MT per hari. Adapun puncak konsumsi LPG terjadi pada 18 Maret 2026 dengan total 5.424 MT.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, memastikan bahwa Pertamina telah mengantisipasi lonjakan konsumsi sejak awal periode Satgas RAFI.

“Secara regional, kami memastikan ketahanan energi tetap terjaga, dengan ketersediaan stok mencapai lebih dari 29 kali lipat dari rata-rata konsumsi harian,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran perjalanan masyarakat, Pertamina juga menghadirkan layanan Serambi MyPertamina di berbagai titik strategis jalur mudik. Fasilitas ini menyediakan ruang istirahat ber-AC, musala, layanan kesehatan, area bermain anak, hingga takjil gratis bagi pemudik.

Di wilayah Jawa Bagian Tengah, terdapat enam unit Serambi MyPertamina yang tersebar di sejumlah lokasi, antara lain rest area Tol Trans Jawa dan simpul transportasi seperti bandara serta stasiun.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk memperoleh informasi lokasi SPBU terdekat, ketersediaan BBM, serta berbagai promo yang ditawarkan.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying. Pasalnya, stok energi dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan energi, tidak hanya selama periode mudik dan arus balik Lebaran, tetapi juga pada masa pasca Satgas RAFI guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

BACA JUGA :

Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik