RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

Kepala Cabang Alfamart Semarang Daru Harjanto bersama Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan paket sembako kepada ratusan duafa di rumah dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jumat (11/9/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tak semua warga kurang mampu mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Kondisi itu dirasakan Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, yang rela menempuh perjalanan ke Ungaran, Kabupaten Semarang, setiap Jumat untuk mendapatkan bantuan dalam program Jumat Berkah.

Tri mengaku dia dan keluarganya hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan. Pekerjaannya yang tidak menentu membuat penghasilan yang diperoleh terkadang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami dari masyarakat golongan bawah. Sehari-harinya kadang kerja, kadang enggak,” kata Tri ditemui usai menerima bingkisan sembako dan nasi kotak di pendapa rumah dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, bantuan sembako yang diterimanya sangat berarti bagi keluarganya. Terlebih, ia mengaku tidak menerima bantuan beras maupun bansos dari pemerintah.

“Sangat membantu sekali karena anak-anak kami bisa makan lebih layak. Istri saya tidak dapat bantuan beras dari pemerintah,” ujarnya.

Tri mengatakan, kedatangannya ke rumah dinas Bupati Semarang di Ungaran bukan baru sekali. Ia mengaku rutin datang setiap Jumat karena mengetahui adanya kegiatan Jumat Berkah yang digelar Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Meski harus menempuh perjalanan cukup jauh dari Gayamsari ke Ungaran, Tri mengaku tetap datang karena merasa terbantu dengan perhatian yang diberikan.

“Saya setiap Jumat ke sini. Walaupun jauh dari Gayamsari ke Ungaran, karena kami simpati sama Pak Bupati,” katanya.

Ia menyebut, selain makanan dan sembako, dalam beberapa kesempatan dirinya juga pernah mendapatkan bantuan uang.

“Kadang kasih uang, kadang makanan. Kami sudah lama ke sini, bukan hari ini saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Alfamart Semarang Daru Harjanto mengatakan bantuan sembako tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Alfamart.

Bantuan diberikan setelah pihaknya berdiskusi dengan Bupati Semarang terkait bentuk dukungan yang bisa diberikan kepada masyarakat.

“Alfamart memang ingin terlibat dalam membantu masyarakat. Kebetulan ada Jumat Berkah, akhirnya kami ikut program Pak Bupati,” jelas Daru.

Dalam bantuan tersebut, setiap paket sembako berisi beras, gula, dan minyak goreng dengan nilai sekitar Rp180 ribu.

Daru berharap keterlibatan Alfamart dalam kegiatan sosial di Kabupaten Semarang dapat terus berlanjut. Selain bantuan untuk masyarakat duafa, pihaknya juga membuka peluang kerja sama untuk membantu pelaku UMKM.

“Harapan kami berkelanjutan, bukan hanya kali ini. Kami juga ada keinginan bekerja sama dengan UMKM, khususnya masyarakat Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan program Jumat Berkah selama ini rutin dilaksanakan setiap Jumat. Namun, kegiatan tersebut biasanya tidak dipublikasikan. Pada Jumat kali ini, terdapat 400 paket sembako dari Alfamart yang dibagikan kepada masyarakat.

“Jumat Berkah ini kita laksanakan setiap hari Jumat, tetapi biasanya kami tidak mau diekspos. Kami mengucapkan terima kasih kepada Alfamart yang telah membantu warga masyarakat,” kata Ngesti.

Menurutnya, penerima bantuan tidak hanya berasal dari Kabupaten Semarang. Sejumlah warga dari daerah sekitar juga datang untuk mendapatkan bantuan.

Sekitar 250 orang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kami juga akan bagikan kepada warga lain, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kecamatan Susukan serta tukang parkir dan pedagang di sekitar rumah dinas,” lanjutnya.

Ngesti menambahkan, Pemkab Semarang juga memiliki program bantuan makan bagi lansia. Karena keterbatasan anggaran, program tersebut sementara diberikan kepada 177 lansia.

“Kita kerja sama dengan warung dan tukang ojek. Tukang ojek juga dapat rezeki untuk mengantarkan makanan. Kita membeli di warung Rp20 ribu untuk dua kali makan,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

PMI Kabupaten Semarang menargetkan penggalangan Bulan Dana 2026 mencapai Rp1,75 miliar, naik sekitar Rp400 juta dari capaian tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Panitia akan menerapkan strategi kreatif agar penggalangan dana tidak membebani masyarakat, dengan melibatkan ASN, perusahaan, dan masyarakat umum.
Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani