URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Targetkan 45 Emas di PON Papua, Kadisporapar Jateng: Tunggu Kejutan Atlet

Targetkan 45 Emas di PON Papua, Kadisporapar Jateng: Tunggu Kejutan Atlet

Targetkan 45 Emas di PON Papua, Kadisporapar Jateng: Tunggu Kejutan Atlet

featured-img
Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan sebilah keris secara simbolis kepada Kadisporapar Jateng Sinung Rahmadi sebagai lambang memimpin ‘peperangan’ pada ajang PON XX Papua 2021, Kamis (9/9/2021) sore. (Foto/win)

UNGARAN – Sebanyak 441 atlet Jawa Tengah akan diterjunkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan pada tanggal 2 – 5 Oktober 2021 di Papua. Mereka ditarget bisa membawa pulang 45 emas dari beberapa cabang olahraga (cabor) yang diunggulkan.

“Total ada 39 cabor yang dipertandingkan. Dari jumlah itu, unggulannya ada di panjat dinding, bulutangkis, pencak silat, basket, atletik dan renang,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinung Nugroho Rahmadi usai menghadiri pengukuhan kontingen Jateng pada PON XX Papua 2021 di The Wujil and Convention Center, Kamis (9/9/2021) sore.

Menurut Sinung, untuk meraih target itu diperlukan usaha lebih keras dari para atlet dan juga doa seluruh masyarakat Jawa Tengah.

“Kalau berkaca dari PON Jabar kemarin, kita ada di peringkat empat dengan perolehan 32 emas, terpaut sekitar 100 emas dari peringkat tiga. Oleh karena itu perlu kerja ekstra baik dari atlet, pelatih dan tentu saja doa dari seluruh masyarakat Jateng agar target bisa kita raih,” kata dia.

Dijelaskan, beberapa cabor memang menjadi andalan atlet jateng untuk bisa mendulang medali emas. Meski diakui selalu ada kejutan dari beberapa cabor non unggulan.

“Bicara soal unggulan tentu saja kita ada di panjat dinding, voli, basket, pencak silat, bulutangkis dan renang. Tapi jangan salah, setiap kompetisi selalu ada kejutan dari cabor yang kadang luput dari prediksi. Kita tunggu kejutan apa yang akan diberikan oleh atlet kita,” urainya.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan sejauh ini persiapan para atlet yang akan diberangkatkan dalam ajang PON XX di Papua sudah bagus.

“Saya juga monitor persiapan para atlet. Mereka berlatih dengan baik dan yang paling penting kesadaran terhadap prokes juga tinggi. Kami juga maksimalkan proteksi dengan memberikan vaksinasi kepada atlet dan official,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berharap para atlet yang akan berlaga bisa memperoleh hasil terbaik.

“Kita doakan bersama target 45 emas bisa tercapai,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta