KABAR RASIKA

Targetkan 45 Emas di PON Papua, Kadisporapar Jateng: Tunggu Kejutan Atlet

Targetkan 45 Emas di PON Papua, Kadisporapar Jateng: Tunggu Kejutan Atlet

Targetkan 45 Emas di PON Papua, Kadisporapar Jateng: Tunggu Kejutan Atlet

Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan sebilah keris secara simbolis kepada Kadisporapar Jateng Sinung Rahmadi sebagai lambang memimpin ‘peperangan’ pada ajang PON XX Papua 2021, Kamis (9/9/2021) sore. (Foto/win)

UNGARAN – Sebanyak 441 atlet Jawa Tengah akan diterjunkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan pada tanggal 2 – 5 Oktober 2021 di Papua. Mereka ditarget bisa membawa pulang 45 emas dari beberapa cabang olahraga (cabor) yang diunggulkan.

“Total ada 39 cabor yang dipertandingkan. Dari jumlah itu, unggulannya ada di panjat dinding, bulutangkis, pencak silat, basket, atletik dan renang,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinung Nugroho Rahmadi usai menghadiri pengukuhan kontingen Jateng pada PON XX Papua 2021 di The Wujil and Convention Center, Kamis (9/9/2021) sore.

Menurut Sinung, untuk meraih target itu diperlukan usaha lebih keras dari para atlet dan juga doa seluruh masyarakat Jawa Tengah.

“Kalau berkaca dari PON Jabar kemarin, kita ada di peringkat empat dengan perolehan 32 emas, terpaut sekitar 100 emas dari peringkat tiga. Oleh karena itu perlu kerja ekstra baik dari atlet, pelatih dan tentu saja doa dari seluruh masyarakat Jateng agar target bisa kita raih,” kata dia.

Dijelaskan, beberapa cabor memang menjadi andalan atlet jateng untuk bisa mendulang medali emas. Meski diakui selalu ada kejutan dari beberapa cabor non unggulan.

“Bicara soal unggulan tentu saja kita ada di panjat dinding, voli, basket, pencak silat, bulutangkis dan renang. Tapi jangan salah, setiap kompetisi selalu ada kejutan dari cabor yang kadang luput dari prediksi. Kita tunggu kejutan apa yang akan diberikan oleh atlet kita,” urainya.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan sejauh ini persiapan para atlet yang akan diberangkatkan dalam ajang PON XX di Papua sudah bagus.

“Saya juga monitor persiapan para atlet. Mereka berlatih dengan baik dan yang paling penting kesadaran terhadap prokes juga tinggi. Kami juga maksimalkan proteksi dengan memberikan vaksinasi kepada atlet dan official,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berharap para atlet yang akan berlaga bisa memperoleh hasil terbaik.

“Kita doakan bersama target 45 emas bisa tercapai,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px