[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Pererat Silaturahmi Babinsa Tingkir Komsos Dengan Pengasuh Ponpes Masyitoh

Pererat Silaturahmi Babinsa Tingkir Komsos Dengan Pengasuh Ponpes Masyitoh

Pererat Silaturahmi Babinsa Tingkir Komsos Dengan Pengasuh Ponpes Masyitoh

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Babinsa Koramil Tingkir Pererat Tali Silaturahmi Dengan Pengasuh Pondok Pesantren Masyitoh Tingkir Lor yang dibalut dengan giat Komunikasi Sosial (Komsos). Hal ini merupakan metode atau suatu cara yang diselenggarakan oleh satuan jajaran TNI AD khususnya Satkowil untuk memelihara serta meningkatkan keeratan hubungan dengan segenap komponen masyarakat.

Babinsa Koramil 16/Tingkir Kodim 0714/Salatiga Serma Agus Priyono dan Serka Iwan berkunjung di Pondok Pasantren Masyitoh yang bertempat di dusun Ngentak RT 01 RW 03 Kelurahan Tingkir Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, yang bertemu langsung dengan Simbah KH. Abdul Nasir Asy’ari Pimpinan Pondok pesantren, Selasa (14/03/2023).

Serma Agus Priyono menjelaskan kegiatan Komsos merupakan salah satu tugas pokok Babinsa sebagai Apkowil yang bertugas menjalin kedekatan dengan semua komponen masyarakat yang ada di wilayah binaan, tanpa terkecuali dengan Pondok pesantren.

“Dengan Komsos ini juga, kami sebagai Babinsa dapat bersosialisasi langsung dan lebih dekat dengan Pimpinan Pondok pesantren ataupun Santri, sehingga bila ada informasi – informasi yang diperlukan oleh satuan akan mudah diperoleh,” kata Babinsa.

Pihaknya mengajak kepada para Santri agar selalu semangat dalam menuntut ilmu, karena ponpes juga ikut berperan dalam kemajuan bangsa lebih khususnya di bidang pengetahuan dan membentuk karakter manusia yang berahlakul karimah, sebagai generasi penerus bangsa.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat tumpang koyor legendaris yang dijual sejak 1969 tersebut diburu pembeli dari berbagai daerah hingga penjualan koyor meningkat dari 7 menjadi 22 kilogram per hari.
Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px