URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan orang berkostum unik dan warna-warni memeriahkan Palagan Night Carnival yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang di kawasan Museum Kereta Api menuju Monumen Palagan Ambarawa, Sabtu (12/10/2024) malam. Acara ini diikuti oleh 39 kontingen yang terdiri dari masyarakat umum dan pelajar, dengan arak-arakan drumband, kostum unik, barongsai, dan liong, yang menarik perhatian ribuan warga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Semarak Palagan Night Carnival, Digagas Jadi Agenda Nasional

Semarak Palagan Night Carnival, Digagas Jadi Agenda Nasional

Semarak Palagan Night Carnival, Digagas Jadi Agenda Nasional

Peserta Palagan Night Carnival memamerkan kostum bertema fauna usai diberangkatkan dari Museum Kereta Api Ambarawa, Sabtu (12/10/2024) petang. Foto: win
Peserta Palagan Night Carnival memamerkan kostum bertema fauna usai diberangkatkan dari Museum Kereta Api Ambarawa, Sabtu (12/10/2024) petang. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ratusan orang berkostum unik dan warna-warni tampak memadati sepanjang jalan kawasan Museum Kereta Api menuju Monumen Palagan Ambarawa. Mereka adalah peserta Palagan Night Carnival yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang, Sabtu (12/10/2024) malam.

Arak-arakan terdiri dari barisan drumband pelajar, disusul peserta berkostum unik dan warna-warni, dan ditutup rombongan barongsai dan liong. Mereka terdiri dari 39 kontingen yang meliputi masyarakat umum dan pelajar. Tak ayal, ribuan masyarakat antusias menyaksikan aksi mereka.

Disampaikan oleh Kepala Disparta Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati, Palagan Night Carnival ini merupakan kali ketiga dilaksanakan. Tema yang diusung adalah Wonderful Kabupaten Semarang.

“Kami ingin mengenalkan potensi wisata di Kabupaten Semarang. Harapan kami Palagan Night Carnival bisa jadi agenda nasional,” ujarnya.

Wiwin menerangkan, agenda ini merupakan event tahunan. Dari tahun ke tahun skalanya semakin besar dengan kategori yang berbeda-beda.

“Tahun ini ada 3 kategori, yakni flora, fauna, dan recycle (daur ulang). Jadi kostum yang dikenakan unik-unik, terutama dari bahan daur ulang plastik,” terangnya.

Wiwin berharap dengan digelarnya agenda kali ini, masyarakat bisa semakin mengenal potensi wisata yang ada di Bumi Serasi.

“Imbasnya tentu dapat menaikkan angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Semarang,” harapnya.

Sementara salah satu peserta Palagan Night Carnival, Dinda mengatakan sangat senang bisa turut berpartisipasi. Ia mengaku tak butuh waktu lama untuk menyiapkan segala sesuatunya.

“Kostumnya nggak berat, jalannya juga dekat. Jadi enjoy juga,” kata dia. (win)

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi