URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi prioritas pembangunan tahun 2026 untuk mencegah darurat sampah seperti yang terjadi di beberapa daerah. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan untuk penyusunan RKPD 2026 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Senin (10/2/2025), ia menyatakan akan memperbaiki pola pembuangan sampah warga serta menggandeng investor dalam pengelolaan sampah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

DLH Kabupaten Semarang Gagas Pembuatan “Keripik Sampah” untuk Pengelolaan Sampah yang Lebih Efektif

DLH Kabupaten Semarang Gagas Pembuatan “Keripik Sampah” untuk Pengelolaan Sampah yang Lebih Efektif

DLH Kabupaten Semarang Gagas Pembuatan “Keripik Sampah” untuk Pengelolaan Sampah yang Lebih Efektif

Kondisi sampah di TPA Blondo, Bawen, Kabupaten Semarang. Foto: win
Kondisi sampah di TPA Blondo, Bawen, Kabupaten Semarang. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha, mengungkapkan harapannya agar pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2026 mendatang. Ia menegaskan bahwa ia tidak ingin terjadi darurat sampah seperti yang dialami beberapa kabupaten/kota lainnya.

“Selain memperbaiki pola pembuangan sampah oleh warga, kami juga akan menggandeng investor untuk membantu mengelola sampah,” ujarnya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan dalam rangka penyusunan RKPD 2026 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Senin (10/2/2025).

Ngesti juga mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengkaji pola pembuangan sampah oleh warga. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memanfaatkan Tempat Pembuangan Sampah Reusable, Reduce, and Recycle (TPS 3R) untuk mengolah sampah rumah tangga.

“Sehingga dapat mengurangi pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ungkapnya.

Selain itu, rencana pengadaan mesin pengolah briket sampah berkapasitas 50 ton per hari tengah dikaji. Namun, harga mesin yang mahal menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Sri Utami menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengelola sampah agar tidak menjadi masalah yang lebih besar. Selain memanfaatkan dana dari APBD, DLH juga akan menggandeng investor.

Salah satu solusi yang sedang dikembangkan adalah dengan mengolah sampah menjadi material lain yang bermanfaat, salah satunya dengan mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara, yaitu Refuse Derived Fuel (RDF), yang lebih dikenal dengan sebutan “Keripik Sampah.”

“Pola ini dapat mengurangi volume sampah secara signifikan,” tegasnya.

Menurutnya, pola ini lebih efektif dibandingkan dengan upaya pengambilan gas metana dari sampah sebagai alternatif bahan bakar, karena volume sampah tetap tinggi. (win)

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga