KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Aplikasi Sirekap Bermasalah, Petugas KPPS di Ungaran Ini Lembur Hingga 29 Jam

Aplikasi Sirekap Bermasalah, Petugas KPPS di Ungaran Ini Lembur Hingga 29 Jam

Aplikasi Sirekap Bermasalah, Petugas KPPS di Ungaran Ini Lembur Hingga 29 Jam

Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi sorotan utama masyarakat, karena melalui itu dapat diketahui hasil sementara perolehan suara para kandidat. Di sejumlah TPS di Kabupaten Semarang, para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terlihat bekerja lembur hingga dini hari bahkan keesokan harinya untuk menyelesaikan tanggung jawab mereka. Contohnya terjadi di TPS 36, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, di mana proses rekapitulasi pasca pencoblosan baru selesai pada Kamis (15/2/2024) sekitar pukul 11.00 WIB.
Foto: IST
Suasana rekapitulasi penghitungan suara di TPS 36 Desa Kalongan, Ungaran Timur, Rabu (14/2/2024) malam.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi satu hal yang paling ditunggu masyarakat. Pasalnya, melalui itu dapat diketahui hasil sementara perolehan suara para kandidat yang mengikuti kontestasi.

Pantauan di sejumlah TPS di Kabupaten Semarang, para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) rela lembur hingga dini hari bahkan keesokan harinya untuk menyelesaikan tanggungjawabnya.

Seperti yang terjadi di TPS 36, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur. Proses rekapitulasi pasca pencoblosan baru selesai dilakukan pada Kamis (15/2/2024) sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut keterangan Ketua KPPS Bobby Sanjaya, hal yang menjadikan proses penghitungan suara memakan waktu yang cukup lama adalah terdapat kendala saat akan mengunggah hasilnya ke dalam aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

“Harusnya setelah penghitungan, data diunggah ke Sirekap melalui dokumen berupa foto tapi gagal terus, selalu mental,” kata Bobby saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2024).

Atas hal itu, lanjutnya, plano yang telah diisi oleh petugas tidak dapat dimasukkan ke dalam kotak terlebih dahulu sebelum berhasil mengunggahnya ke aplikasi Sirekap.

“Oleh petugas PPS disarankan untuk mencobanya terus sampai berhasil. Teman-teman KPPS standby di lokasi bablas sampai siang tadi,” sambungnya.

Beruntung para petugas KPPS semuanya dalam kondisi yang baik. Pelaksanaan pencoblosan secara umum juga aman dan kondusif. “Alhamdulillah kami sudah menyiapkan multivitamin, sehingga semuanya dalam kondisi yang sehat,” tutupnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]