RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bagikan Oksigen Gratis Untuk Warga Semarang, Ini Yang Disampaikan Hendi

Bagikan Oksigen Gratis Untuk Warga Semarang, Ini Yang Disampaikan Hendi

Bagikan Oksigen Gratis Untuk Warga Semarang, Ini Yang Disampaikan Hendi

Capt foto: Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan PT Langgeng Gas Nyata membagikannya secara gratis kepada warga Semarang yang membutuhkan, di Halaman Balai Kota Jalan Pemuda No.148 , Jumat (6/8/2021) mulai dari pukul 08.00 sampai 11.00 WIB.

RASIKAFM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan PT Langgeng Gas Nyata bekerja sama dalam hal menyediakan kebutuhan oksigen dan membagikannya secara gratis kepada warga Semarang yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Balai Kota Jalan Pemuda No.148 , Jumat (6/8/2021) mulai dari pukul 08.00 sampai 11.00 WIB.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, meskipun di Kota Semarang sendiri kebutuhan oksigen masih bisa tercukupi. Namun kegiatan ini pastinya sangat membantu mengingat kebutuhan oksigen di masa pandemi ini sangat tinggi.

“Karena kita tahu kebutuhan oksigen di masa pandemi ini sangat tinggi. Meskipun di Kota Semarang alhamdulillah sudah termanage oleh Pak Hakam (Kepala Dinkes Semarang) dengan baik. Ya ada kadang kadang kurang tapi bisa diselesaikan dengan meminjami oksigen di rumah sakit,” kata Hendi, sapaan akrab saat meninjau pembagian oksigen gratis.

Hendi menjelaskan, ada dua syarat untuk mendapatkan isi ulang oksigen gratis ini. Yang pertama harus berKTP asli Semarang dan pengisiannya maksimal harus 1 m3.

“Dia menyampaikan kepada kami (Pemkot) hendak membantu mengisi oksigen secara gratis untuk 200 warga dengan syarat asli warga Semarang,” tuturnya.

Hendi menceritakan awal Juli situasi untuk kebutuhan oksigen di Semarang sangatlah pelik. Bahkan, ada orang yang sering bercerita dan menghubungi dia bahwa cari oksigen susah dan kalau ada harganya mahal.

Sementara itu, Hendi menyebut saat ini angka penderita Covid-19 di Kota Semarang sebanyak 509 orang. Namun, meskipun angka penderita sudah turun dan demi menekan angka penyebaran, pihaknya akan terus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah pusat.

“Jadi yang harus dipahami kami adalah pemerintahan yang saling berkaitan. Jadi semua aturan dari pemerintah pusat pasti kita ikuti” imbuhnya.

“Kalau kebijakannya hari ini Jawa-Bali perpanjanhan PPKM Level 4 ya kita ikuti saja. Jangan mencoba provokasi loh kita kan sudah turun coronanya, kita pokonya kita ikuti aturan saja. Saya yakin sekali pak Presiden menyampaikan begitu pasti ada maksudnya,” tutupnya.

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran