[audio_player]
[posts_like_dislike]
Nur Listiani baru-baru ini meraih gelar Doktor Manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana. Meskipun baru berusia 30 tahun, wanita yang berprofesi sebagai wirausaha ini memiliki alasan kuat untuk mengejar gelar tersebut. Yudisium Prodi Doktor Manajemen FEB dipimpin oleh Dekan Yefta Andi Kus Noegroho, di Ruang Probowinoto Gedung G.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Belum Genap Berusia 30 Tahun, Pengusaha Muda dan Kolektor Mobil Antik ini Raih Gelar Doktor Manajemen UKSW

Belum Genap Berusia 30 Tahun, Pengusaha Muda dan Kolektor Mobil Antik ini Raih Gelar Doktor Manajemen UKSW

Belum Genap Berusia 30 Tahun, Pengusaha Muda dan Kolektor Mobil Antik ini Raih Gelar Doktor Manajemen UKSW

Nur Listiani raih gelar Doktor Manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.
Nur Listiani raih gelar Doktor Manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Nur Listiani baru saja meraih gelar Doktor Manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana. Ternyata usianya baru akan menginjak 30 tahun, tetapi kenapa ia harus ‘ngebut’? Nur Listiani akhirnya berbagi cerita.

wanita yang berprofesi dalam bidang wirausaha ini menjalani yudisium Prodi Doktor Manajemen FEB. Sidang yudisium dipimpin oleh Dekan Yefta Andi Kus Noegroho, di Ruang Probowinoto Gedung G.

Nur Listiani memaparkan disertasi berjudul Managerial Overconfidence: Sumber dan Imbasnya Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Indonesia Periode 2010 – 2019). Ia berharap penelitiannya dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para pengambil keputusan di perusahaan manufaktur di Indonesia serta bagi investor yang berencana untuk berinvestasi di bidang tersebut.

Lulus dengan predikat cumlaude atau terpuji tentu membanggakan. Namun yang tak kalah mengejutkan adalah usia Novita yang baru genap berusia 30 tahun di pertengahan bulan ini.

Ditarik ke belakang, perempuan kelahiran Semarang ini memang memiliki keinginan yang kuat untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. “Dari dulu saya mempunyai cita-cita untuk sekolah tinggi tanpa membebani orang tua,” bebernya.

Selain itu, moto “belajarlah sampai mati” menjadi pegangan hidupnya, hingga ia berefleksi bahwa mengenyam pendidikan sampai mendapat gelar doktor merupakan sebagian kecil dari proses belajar kehidupan. Itulah alasan di balik studinya yang terbilang sat-set tersebut.

Tidak berselang lama setelah kelulusan gelar Sarjana pada tahun 2018, wanita ini memutuskan untuk langsung menempuh pendidikan Magister Manajemen yang ditempuh dalam waktu 2 tahun. Kemudian dalam waktu sekitar 3 tahun, ia kini sudah mengantongi gelar Doktor.

Selain gemar belajar, Nur Listiani tertarik menekuni bidang wirausaha yang kemudian menjadi profesi utamanya. Semenjak masa kuliah S1, ia memulai bisnis dalam bidang peternakan sapi. Ia mengaku menjalani kehidupan dengan santai dan mengalir saja. Hingga akhirnya, ia merambah berwirausaha dalam bidang peternakan ayam.

“Saya mempunyai teman yang punya lahan kosong, dari situlah saya isi dengan peternakan ayam. Saat ini kami memiliki sekitar 3.000 ayam,” tuturnya membeberkan awal mula usaha peternakan ayamnya.

Dianugerahi orang tua angkat yang memiliki hobi pada mobil tua, Nur Listiani pun mencoba peruntungannya pada dunia otomotif dengan mengoleksi sejumlah mobil antik seperti VW Kodok, Peugeot, dan lainnya.

Ia mengaku menyukai mobil-mobil antik karena biaya dan perawatannya yang murah, namun memiliki nilai jual yang tinggi. Usahanya ini dikerjakannya berkolaborasi dengan Goedang Autozone. Dengan diraihnya gelar Doktor saat ini, ia berharap gelarnya akan bermanfaat bagi banyak orang.

BACA JUGA :

Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]