KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Berdayakan UMKM dan Tekan Inflasi, Bulog Salurkan Bantuan Rumah Pangan Kita

Berdayakan UMKM dan Tekan Inflasi, Bulog Salurkan Bantuan Rumah Pangan Kita

Berdayakan UMKM dan Tekan Inflasi, Bulog Salurkan Bantuan Rumah Pangan Kita

Pengunjung melihat produk pangan Bulog yang disusun di outlet RPK bantuan program TJSL berupa Bulog Peduli UMKM di pendopo rumah dinas Bupati Semarang, Kamis (8/8/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Perum Bulog turut berperan serta dalam menekan laju inflasi sekaligus memberdayakan UMKM melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dalam program tersebut, pelaku UMKM diberikan bantuan berupa modal untuk pendirian Rumah Pangan Kita (RPK).

Nantinya RPK akan dijadikan sebagai outlet binaan dan jaringan penjualan komoditas produk pangan Bulog dengan harapan dapat aktif repeat order produk Bulog serta bisa tumbuh berkembang menjadi RPK aktif dan mandiri.

Dijelaskan oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah Sopran Kenedi, ini sebagai bentuk kepedulian untuk upaya stabilisasi harga dan pasokan pangan serta pemberdayaan UMKM.

“Alhamdulillah se-Indonesia yang disetujui hanya Jawa Tengah dan NTB, jadi ini termasuk anugerah yang luar biasa,” kata Sopran ditemui di sela acara penyerahan bantuan TJSL program Bulog Peduli UMKM di pendopo rumah dinas Bupati Semarang, Kamis (8/8/2024).

Bantuan RPK kali ini, lanjutnya, diberikan kepada 33 pelaku UMKM yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Semarang. Setiap penerima bantuan akan mendapatkan modal pendirian RPK baru senilai Rp5 juta berupa produk pangan Bulog, rak pajang, dan spanduk RPK.

“Kami ingin outlet binaan Bulog di Kabupaten Semarang ini menjadi ujung tombak pasokan pangan bagi rumah tangga. Mudah-mudahan bisa berkembang menjadi percontohan daerah lain,” terangnya.

Fokus RPK ini, kata Sopran, sebagian besar adalah pada penyediaan beras medium dan premium. Dengan adanya stok beras yang banyak, maka kebutuhan masyarakat lebih terjamin.

“Kita antar ke wilayah terdekat. Stabilitas harga tetap terjaga, tidak memberikan andil inflasi,” bebernya.

Terkait mekanisme operasional RPK ini, Bulog mengadakan pembinaan dengan menggandeng pemerintah daerah. Misalnya dengan pengadaan pasar murah supaya kehadiran mereka diketahui masyarakat.

“Nanti kita juga akan berikan edukasi bagaimana mengelola tata keuangan yang baik dan display produk yang menarik,” tuturnya.

Sementara Sekda Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto mengapresiasi program Bulog ini. Menurutnya, RPK dapat membantu menekan lonjakan harga yang memicu inflasi daerah.

“Penyediaan stok pangan oleh Bulog diharapkan mampu menekan harga kulakan. Dengan demikian, harga jual menjadi terkendali dan daya beli masyarakat menjadi naik,” paparnya.

Masih diterangkan oleh Djarot, saat ini terdapat tidak kurang dari 60 ribu UMKM di Kabupaten Semarang. Itu artinya bisa memegang kendali perdagangan di Bumi Serasi. Jika seluruh UMKM bisa dirangkul melalui program RPK ini, maka laju inflasi bisa dikendalikan.

“Kami menunggu penyaluran program ini selanjutnya. Prinsipnya kami siap membantu memenuhi persyaratan yang diperlukan oleh UMKM seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan NPWP,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]