URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 11.800 peserta dari sekolah, madrasah, pondok pesantren, dan organisasi masyarakat memeriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kota Salatiga, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang disambut Wali Kota Salatiga Robby Hernawan ini digelar untuk memperkuat syiar Islam, kebersamaan, dan toleransi melalui pawai dengan beragam atribut, kendaraan hias, serta penampilan seni Islami yang menyedot antusiasme warga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam di Salatiga

Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam di Salatiga

Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam di Salatiga

Suasana Pawai Taaruf tahun baru Islam di Salatiga (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Suasana Kota Salatiga tampak semarak pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Sebanyak 11.800 peserta dari berbagai sekolah, madrasah, pondok pesantren, hingga organisasi masyarakat turun ke jalan mengikuti Pawai Taaruf yang telah menjadi agenda rutin tahunan di Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Sejak pagi, warga memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang tampil dengan beragam atribut Islami, kostum kreatif, rebana, hingga kendaraan hias. Nuansa religius berpadu dengan semangat kebersamaan terasa sepanjang jalur pawai.

Rombongan peserta disambut langsung Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, bersama istri di panggung kehormatan yang berada di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengapresiasi antusiasme masyarakat dan seluruh peserta yang ikut menjaga tradisi kebersamaan serta toleransi melalui kegiatan tersebut.

“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga di tahun ini kita mendapatkan barokah dari Allah. Pada kesempatan ini kita juga akan memulai dengan merayakan melalui Pawai Taaruf,” ujarnya.

Ribuan Peserta dari Sekolah hingga Pondok Pesantren Tahun ini, Pawai Taaruf diikuti lebih dari 11.800 peserta yang terbagi dalam beberapa kategori.

Kategori RA/BA/TK diikuti 17 kelompok. Kemudian kategori MI/SD/TPQ/Madin sebanyak 17 kelompok, kategori MTs/SMP/Madin sebanyak 13 kelompok, serta kategori MA/SMK/pondok pesantren/organisasi masyarakat sebanyak 12 kelompok.ketua acara Nur Rofik menyebut antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung. Banyak warga rela berdiri di tepi jalan demi menyaksikan rombongan peserta yang melintas.

Salah seorang warga Salatiga, Wahyuni, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menonton pawai tahunan tersebut. Menurutnya, suasana Pawai Taaruf tahun ini terasa lebih meriah.

“Ramai sekali, anak-anak juga senang melihat peserta yang pakai kostum dan iringan musik islami. Acara seperti ini bagus karena jadi hiburan sekaligus mempererat kebersamaan warga Salatiga,” katanya.

Wahyuni berharap tradisi Pawai Taaruf tetap dilestarikan karena menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan masyarakat setiap Tahun Baru Hijriyah

Nur Rofik berikan keterangan media
Liputan Reporter Arief Syarifudin

BACA JUGA :

Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur
Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
Sanggar Budaya Condrowinoto di Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, menggelar pementasan ketoprak bertajuk Sang Kusuma Wilis pada Jumat (26/6/2026) malam sebagai ujian kenaikan tingkat bagi 80 siswa. Pementasan yang mengangkat perjuangan Nyi Ageng Serang ini menjadi media pembelajaran budi pekerti Jawa sekaligus upaya melestarikan budaya dan membentuk karakter generasi muda berlandaskan nilai-nilai Nusantara.
Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak "Sang Kusuma Wilis"
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.
Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah
Doni Prasetyo menggelar ritual jamasan puluhan keris di rumahnya di Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, pada malam 1 Suro sebagai tradisi tahunan perawatan pusaka. Dengan membersihkan bilah keris menggunakan jeruk nipis dan air kembang yang disertai doa, tradisi ini dilakukan untuk merawat, menghormati, dan melestarikan warisan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.
Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut