URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pasca viralnya sebuah video yang menunjukkan sebuah mobil Honda Brio merah diduga menghalangi laju mobil ambulance PMI Kabupaten Semarang di JLS Salatiga pada Senin, 22 April 2024, kejadian tersebut akhirnya berakhir damai setelah polisi mempertemukan pengemudi Brio dan pengemudi ambulance di kantor Satlantas Polres Salatiga pada Rabu, 24 April 2024, pukul 13.00 WIB.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Brio Viral Akhirnya Tak Berdaya di Kantor Polisi, Iptu Yoseph Sebut “Diskusi Temukan Solusi”

Brio Viral Akhirnya Tak Berdaya di Kantor Polisi, Iptu Yoseph Sebut “Diskusi Temukan Solusi”

Brio Viral Akhirnya Tak Berdaya di Kantor Polisi, Iptu Yoseph Sebut “Diskusi Temukan Solusi”

Pasca viralnya sebuah video yang menunjukkan sebuah mobil Honda Brio merah diduga menghalangi laju mobil ambulance PMI Kabupaten Semarang di JLS Salatiga pada Senin, 22 April 2024, kejadian tersebut akhirnya berakhir damai setelah polisi mempertemukan pengemudi Brio dan pengemudi ambulance di kantor Satlantas Polres Salatiga pada Rabu, 24 April 2024, pukul 13.00 WIB.
Foto Arief Rasika
Suasana perdamaian antara sopir Brio Merah dan Ambulance saat di kantor Satlantas Polres Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pasca ramainya video viral sebuah mobil Honda Brio warna merah bernopol H 1247 FV, yang diduga menghalangi laju mobil Ambulance PMI Kabupaten Semarang saat sedang mengantarkan pasien di JLS Salatiga pada Senin 22 April 2024, akhirnya berakhir damai. Ini terjadi Setelah polisi mempertemukan pengemudi Brio dan driver mobil PMI dikantor Satlantas Polres Salatiga pada rabu 24 April 2024 jam 1 siang.

Belakangan diketahui Pengemudi Brio merah bernama Novian Bayu Dwihantoro warga Bawen kabupaten Semarang. Dirinya mengaku menyesal pasca viralnya video tersebut.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :” none_text=”Kabar Terkait :” order_by=”title” order=”ASC”]

Saat diwawancara wartawan, pengemudi Brio, Bayu mengaku tidak ada maksud untuk menghalangi mobil ambulance PMI Kabupaten Semarang yang sedang melintas.

“Saya masih awam memakai mobil itu, saya kira mobil (ambulance) tersebut akan menyalip. Tapi saya diikuti terus dari belakang. Terus saya melihat situasi jalan di sebelah kiri dan kanan memang tidak rame. saya kira, mobil ambulance mau menyalip saya,” kata Bayu sambil gemetar.

Diakuinya, dirinya sudah memiliki SIM dan berkendara dalam kondisi sehat, tidak mabuk ataupun menkonsumsi obat-obatan terlarang. Namun dirinya masih mencoba mobil yang baru dibelinya beberapa bulan yang lalu. Sehingga masih belum lancar.

Sementara pengemudi ambulance, Fathurrahman mengaku saat kejadian dirinya sedang membawa pasien dengan kondisi patah tulang. Sehingga ketika berkendara hanya dalam kecepatan standar, yaitu tidak melebihi 80 km/jam dengan kondisi sirine menyala.

“Saya membawa pasien dari Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang menuju RS PAW Salatiga, dengan kondisi pasien kanker dan ada keropos tulang dibagian kaki,” ungkap Fathur.

Hal itulah yang menyebabkan dirinya tidak berani mengambil jalur sebalah kiri dan kanan yang agak terbuka. Sebab pasien tersebut akan mengalami kesakitan jika pengemudi melakukan manuver.

“Kita menjaga stabilitas goncangan dari ambulans itu. Karena pasien akan kesakitan jika banyak goncangan,” beber Fathur.

KBO Satlantas Polres Salatiga Iptu Yoseph Heru Utomo menjelaskan, pihaknya sengaja mempertemukan kedua belah pihak untuk saling memberikan pengertian. Akhirnya kedua belah pihak bisa berdamai dan menjadi pelajaran bagi pengemudi Brio.

“Kita berikan pemahaman kepada mereka, khususnya pengemudi mobil Brio merah untuk tertib berlalulintas. Memprioritaskan kendaraan termasuk ambulans, termasuk pemadam kebakaran, demi keselamatan di wilayah Kota Salatiga,” tandas Iptu Heru

Heru berharap semoga dengan kejadian ini dapat dipetik hikmahnya, karena berkendara dijalan harus saling menghormati, “saya juga minta setelah kejadian ini semua saling memaafkan dan tidak ada masalah dikemudian hari, karena dengan Diskusi akan Temukan Solusi” ujar Perwira lantas yang satu ini.

KBO Satlantas Polres Salatiga Iptu Yoseph Heru Utomo saat diwawancarai media

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved