KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Brio Viral Akhirnya Tak Berdaya di Kantor Polisi, Iptu Yoseph Sebut “Diskusi Temukan Solusi”

Brio Viral Akhirnya Tak Berdaya di Kantor Polisi, Iptu Yoseph Sebut “Diskusi Temukan Solusi”

Brio Viral Akhirnya Tak Berdaya di Kantor Polisi, Iptu Yoseph Sebut “Diskusi Temukan Solusi”

Pasca viralnya sebuah video yang menunjukkan sebuah mobil Honda Brio merah diduga menghalangi laju mobil ambulance PMI Kabupaten Semarang di JLS Salatiga pada Senin, 22 April 2024, kejadian tersebut akhirnya berakhir damai setelah polisi mempertemukan pengemudi Brio dan pengemudi ambulance di kantor Satlantas Polres Salatiga pada Rabu, 24 April 2024, pukul 13.00 WIB.
Foto Arief Rasika
Suasana perdamaian antara sopir Brio Merah dan Ambulance saat di kantor Satlantas Polres Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pasca ramainya video viral sebuah mobil Honda Brio warna merah bernopol H 1247 FV, yang diduga menghalangi laju mobil Ambulance PMI Kabupaten Semarang saat sedang mengantarkan pasien di JLS Salatiga pada Senin 22 April 2024, akhirnya berakhir damai. Ini terjadi Setelah polisi mempertemukan pengemudi Brio dan driver mobil PMI dikantor Satlantas Polres Salatiga pada rabu 24 April 2024 jam 1 siang.

Belakangan diketahui Pengemudi Brio merah bernama Novian Bayu Dwihantoro warga Bawen kabupaten Semarang. Dirinya mengaku menyesal pasca viralnya video tersebut.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :” none_text=”Kabar Terkait :” order_by=”title” order=”ASC”]

Saat diwawancara wartawan, pengemudi Brio, Bayu mengaku tidak ada maksud untuk menghalangi mobil ambulance PMI Kabupaten Semarang yang sedang melintas.

“Saya masih awam memakai mobil itu, saya kira mobil (ambulance) tersebut akan menyalip. Tapi saya diikuti terus dari belakang. Terus saya melihat situasi jalan di sebelah kiri dan kanan memang tidak rame. saya kira, mobil ambulance mau menyalip saya,” kata Bayu sambil gemetar.

Diakuinya, dirinya sudah memiliki SIM dan berkendara dalam kondisi sehat, tidak mabuk ataupun menkonsumsi obat-obatan terlarang. Namun dirinya masih mencoba mobil yang baru dibelinya beberapa bulan yang lalu. Sehingga masih belum lancar.

Sementara pengemudi ambulance, Fathurrahman mengaku saat kejadian dirinya sedang membawa pasien dengan kondisi patah tulang. Sehingga ketika berkendara hanya dalam kecepatan standar, yaitu tidak melebihi 80 km/jam dengan kondisi sirine menyala.

“Saya membawa pasien dari Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang menuju RS PAW Salatiga, dengan kondisi pasien kanker dan ada keropos tulang dibagian kaki,” ungkap Fathur.

Hal itulah yang menyebabkan dirinya tidak berani mengambil jalur sebalah kiri dan kanan yang agak terbuka. Sebab pasien tersebut akan mengalami kesakitan jika pengemudi melakukan manuver.

“Kita menjaga stabilitas goncangan dari ambulans itu. Karena pasien akan kesakitan jika banyak goncangan,” beber Fathur.

KBO Satlantas Polres Salatiga Iptu Yoseph Heru Utomo menjelaskan, pihaknya sengaja mempertemukan kedua belah pihak untuk saling memberikan pengertian. Akhirnya kedua belah pihak bisa berdamai dan menjadi pelajaran bagi pengemudi Brio.

“Kita berikan pemahaman kepada mereka, khususnya pengemudi mobil Brio merah untuk tertib berlalulintas. Memprioritaskan kendaraan termasuk ambulans, termasuk pemadam kebakaran, demi keselamatan di wilayah Kota Salatiga,” tandas Iptu Heru

Heru berharap semoga dengan kejadian ini dapat dipetik hikmahnya, karena berkendara dijalan harus saling menghormati, “saya juga minta setelah kejadian ini semua saling memaafkan dan tidak ada masalah dikemudian hari, karena dengan Diskusi akan Temukan Solusi” ujar Perwira lantas yang satu ini.

KBO Satlantas Polres Salatiga Iptu Yoseph Heru Utomo saat diwawancarai media

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ubah Kebiasaan Buang Sampah Lewat Game Online, Lima Siswa SMPN 2 Kaliwungu Raih Juara Krenova 2026
Ubah Kebiasaan Buang Sampah Lewat Game Online, Lima Siswa SMPN 2 Kaliwungu Raih Juara Krenova 2026
Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
[pekok2]