URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bupati Semarang Panen Porang Perdana di Kecamatan Pabelan

Bupati Semarang Panen Porang Perdana di Kecamatan Pabelan

Bupati Semarang Panen Porang Perdana di Kecamatan Pabelan

featured-img

Bupati Semarang bersama kepala dinas Pertanian dan Kades Kadirejo Riyadi saat panen perdana Porang jumat 18 juni 2021

RASIKAFM – Bupati Semarang terus mendorong Petani untuk menanam Komoditas Potensi Ekspor salah satunya adalah tanaman Porang. Hal itu ditegaskan Ngesti Nugraha saat mengawali panen perdana tanaman Porang di Desa Tukang, Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Jumat 18 Juni 2021 pagi.

Saat ini bahkan Pemkab mendorong para petani di Bumi Serasi agar menanam komoditas tanaman dengan hasil panen yang memiliki potensi ekspor, seperti Porang, Pisang Cavendis, dan Talas Bening.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan tanaman Porang selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi juga tidak masalah apabila ditanam pada lahan kurang produktif.

“Untuk potensi Porang ini cukup bagus. Dari sekitar 15 ribu bibit yang ditanam pada luas lahan sekira 6 hektare menghasilkan rata-rata 5-7 kilogram umbi atau sekira 75 ton per hektare,” terangnya kepada rasikafm.com, disela acara panen perdana Kelompok Tani Sendang mulyo 5, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang,

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=-_9_irk56x0[/embedyt]

Menurut Ngesti, total luas lahan petani Porang di Kabupaten Semarang mencapai 162 hektare yang tersebar di wilayah Kecamatan Pabelan, Banyubiru, dan Tuntang. Ia menambahkan, apabila dihitung dengan rata-rata perhektare lahan menghasilkan 60 ton umbi dalam setahun terdapat 1.000 ton umbi Porang dari petani siap ekspore.

“Kemudian harga umbi basah perkilogram diangka Rp 13 ribu. Tetapi, sekarang sedang turun menjadi Rp 7.500, beberapa negara sedang tidak bisa buka karena terdampak pandemi Covid-19,” katanya

Dia menyatakan, dengan harga tersebut sangat menguntungkan petani ketimbang hanya menanam padi. Lebih lanjut, Pemkab Semarang tengah mendorong sejumlah pengusaha agar mengolah umbi Porang dalam bentuk chip atau kering. Bupati Semarang mengungkapkan, jika saat ini mulai didirikan beberapa industri pengolahan chip dengan kapasitas dari 5 sampai 20 ton per hari.

“Industri pengolahan chip saat ini sudah ada di Bergas, Jambu, dan Tengaran yang dapat
mengolah dari basah menjadi chip kering. Kemudian, kami juga akan fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk permodalan petani guna pengembangan Porang ini,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Kelompok Tani Sendangmulyo, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Muhammad Sudadi mengatakan selama tiga tahun menanam porang pertahun dapat menghasilkan sekira Rp 800 juta baik dari penjualan umbi basah atau kering, dan biji katak untuk pembibitan Porang.

Sudadi menjelaskan, Porang selama ini diolah menjadi tepung untuk kebutuhan industri pangan ekspore seperti pembuatan Konnyaku atau Shirataki. Adapun beberapa negara yang menjadi tujuan ekspore hasil tanaman Porang antara lain China, Vietnam, India, dan Eropa.

“Cara budidaya Porang cukup sederhana. Seorang pemula setelah menyiapkan lahan dapat langsung menanam dengan biji ataupun menggunakan umbi bibit atau batang. Untuk satu hektare lahan dapat ditanami maksimal 40 ribu bibit dengan diameter 50 centimeter,” paparnya

Kades Kadirejo Riyadi mengaku senang jika saat ini sudah mulai banyak petani diwilayahnya yang menanam porang, mereka tidak hanya mengandalkan menaman padi yang banyak syaratnya sehingga terkesan lebih ribet “jika mereka mau menanam porang maka diharapkan kedepan akan semakin banyak petani yang panen karena jenis tanaman ini bisa hidup tanpa air dan dilahan yang kurang subur Sekalipun” tambah Riyadi. (rief)

BACA JUGA :

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga