KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Cari Rongsokan di Bekas Rumah Terdampak Tol Yogya-Bawen, Pemulung Tewas Tertimpa Reruntuhan Tembok

Cari Rongsokan di Bekas Rumah Terdampak Tol Yogya-Bawen, Pemulung Tewas Tertimpa Reruntuhan Tembok

Cari Rongsokan di Bekas Rumah Terdampak Tol Yogya-Bawen, Pemulung Tewas Tertimpa Reruntuhan Tembok

Seorang warga menunjukkan bekas rumah terdampak tol Yogya-Bawen di Desa Kandangan yang menjadi lokasi tewasnya pemulung akibat tertimpa reruntuhan tembok, Selasa (7/5/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Nasib nahas menimpa Lukas (59), warga Kendal. Ia meregang nyawa usai tertimpa reruntuhan tembok bangunan saat mencari besi rongsokan di bekas rumah warga terdampak tol Yogya-Bawen, tepatnya di Dusun Geneng, Desa Kandangan, Bawen, Kabupaten Semarang.

Ditemui di rumahnya, Kepala Desa Kandangan Paryanto membenarkan peristiwa tersebut. Dijelaskan, korban bersama istrinya adalah seorang pendatang yang menempati rumah kontrakan di Desa Derekan, Pringapus.

“Sehari-harinya memang sering ke Kandangan untuk mencari barang rongsokan,” kata Paryanto, Selasa (7/5/2024).

Kronologinya, korban pada Senin (6/5/2024) sore berpamitan dengan sang istri ingin mencari besi rongsokan di bekas rumah warga yang telah dirobohkan karena terdampak proyek tol. Sesampainya di lokasi, korban diketahui memanjat tembok menggunakan tangga bambu.

“Kemungkinan saat memanjat, tembok runtuh dan menimpa korban,” ungkapnya.

Sang istri yang menunggu korban tak kunjung pulang, segera menyusul ke lokasi untuk mencari keberadaan suaminya. Di lokasi kejadian, sang istri hanya menemukan sepeda suaminya. Setelah ditunggu beberapa saat, sang suami tak kunjung datang sehingga ia memutuskan mencari di bekas bangunan.

“Korban ditemukan terjepit di reruntuhan tembok. Oleh warga berusaha dikeluarkan namun nyawanya tidak tertolong,” sambungnya.

Sementara Kasi Humas Polres Semarang Iptu Pri Handayani menerangkan, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Hasil pemeriksaan bidan desa setempat, korban mengalami luka di bagian kepala dan patah tulang rusuk,” jelasnya.

Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang