KAWAN PEMANDU JALAN

Mahasiswa Asal Boyolali Tewas Usai Lompat dari Jembatan Tol Semarang-Solo

Seorang pemuda berusia 21 tahun, IB, warga Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan tol Semarang-Solo setinggi 50 meter pada Kamis sore (28/12/2023). Mahasiswa S2 di salah satu universitas di Kota Semarang ini dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan pertolongan di rumah sakit. Kejadian berawal ketika saksi melihat sebuah mobil Honda Jazz warna putih bernopol AD 8615 IM terparkir dengan lampu hazard menyala di bahu jalan tol Semarang-Solo jalur B, KM 443 wilayah Tuntang.

Geger! Niat Berwisata, Pengunjung Cimory Bergas Malah Temukan Mayat Bayi Perempuan di Sungai

Pengunjung Cimory Diaryland On The Valley, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dihebohkan dengan penemuan jasad bayi yang tergeletak di sebuah batu besar di aliran sungai lokasi wisata pada Kamis (28/12/2023). Ignatius Adi Nugraha (45), seorang pengunjung asal Cengkareng, Jakarta Barat, menemukan jasad bayi tersebut dan melaporkannya kepada pihak keamanan Cimory setelah melihat benda yang mirip boneka. Pihak keamanan memastikan bahwa itu adalah jasad bayi dan segera melaporkannya ke Polsek Bergas setelah koordinasi dengan manajemen.

Pengunjung Cimory Diaryland On The Valley, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dihebohkan dengan penemuan jasad bayi yang tergeletak di sebuah batu besar di aliran sungai lokasi wisata pada Kamis (28/12/2023). Ignatius Adi Nugraha (45), seorang pengunjung asal Cengkareng, Jakarta Barat, menemukan jasad bayi tersebut dan melaporkannya kepada pihak keamanan Cimory setelah melihat benda yang mirip boneka. Pihak keamanan memastikan bahwa itu adalah jasad bayi dan segera melaporkannya ke Polsek Bergas setelah koordinasi dengan manajemen.

Korban Tenggelam Saat Mancing di Sungai Kedung Ringis Tuntang Ditemukan, Pencarian Terkendala Tebalnya Eceng Gondok

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Semarang, Basarnas, BPBD, unit Damkar, dan relawan Kabupaten Semarang berhasil menemukan korban tenggelam pada Senin (25/12/2023). Korban, Bejo Slamet (54), warga Kota Salatiga, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya untuk memancing terbalik dan terkena arus sungai yang kencang di sungai Kedung Ringis Tuntang.

Asyik Mancing Saat Hujan Deras, Seorang Lelaki Hanyut Terbawa Arus Sungai Kedung Ringis Tuntang

Seorang lelaki yang belum diketahui identitasnya dilaporkan hilang terseret arus deras Sungai Kedung Ringis, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, saat sedang memancing pada Senin (25/12/2023). Kapolsek Tuntang, AKP Suramto, menjelaskan bahwa peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, dan laporan diterima oleh pihak kepolisian pada pukul 15.00 WIB.

Seorang lelaki yang belum diketahui identitasnya dilaporkan hilang terseret arus deras Sungai Kedung Ringis, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, saat sedang memancing pada Senin (25/12/2023). Kapolsek Tuntang, AKP Suramto, menjelaskan bahwa peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, dan laporan diterima oleh pihak kepolisian pada pukul 15.00 WIB.

Dua Kelompok Pelajar Terlibat Tawuran di Bergas, Satu Korban Terluka

Sebuah video singkat yang memperlihatkan aksi tawuran antar kelompok remaja kini menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Kejadian tersebut terjadi di tanjakan Lemah Abang, depan PT Vision Land, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Rabu (20/12/2023) sekitar pukul 00.10 dini hari. Dua kelompok remaja, diduga masih pelajar SMA sederajat, terlibat dalam aksi tawuran menggunakan kayu dan kembang api.

Terlihat Linglung, Milyanto Akhiri Hidup di Pohon Nangka. Evakuasi Jenazah Terkendala Medan

Peristiwa meninggalnya Milyanto (58), warga Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, menggemparkan warga Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan tergantung di pohon nangka pada Selasa (19/12/2023). Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh Khoiri (63), seorang warga desa, saat sedang bercocok tanam di kebun dekat lokasi penemuan.

Laka Maut Tuntang, Polisi Tetapkan Sopir Prona Sebagai Tersangka

Polisi menetapkan EZ (37), sopir angkutan umum jenis prona yang terlibat kecelakaan di ruas jalan utama Solo-Semarang, tepatnya di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang sebagai tersangka. Diketahui, EZ sempat melarikan diri sesaat setelah peristiwa nahas itu terjadi. Dalam kecelakaan yang terjadi Jumat (15/12/2023) tersebut, dua orang meninggal dunia.

Polisi menetapkan EZ (37), sopir angkutan umum jenis prona yang terlibat kecelakaan di ruas jalan utama Solo-Semarang, tepatnya di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang sebagai tersangka. Diketahui, EZ sempat melarikan diri sesaat setelah peristiwa nahas itu terjadi. Dalam kecelakaan yang terjadi Jumat (15/12/2023) tersebut, dua orang meninggal dunia.

Seminggu Terjadi Tiga Kali Kecelakaan Akibatkan Dua Korban Tewas, Ini Kata Kasatlantas Polres Semarang

Dalam kurun waktu seminggu, wilayah hukum Polres Semarang mencatat empat kejadian kecelakaan. Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (15/12/2023) di Kesongo, Kecamatan Tuntang, melibatkan tiga kendaraan yang menyebabkan dua orang tewas. Keesokan harinya, kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan Diponegoro Ungaran, tanpa korban jiwa. Pada hari yang sama, sebuah truk tronton mengalami kecelakaan tunggal di exit tol Bawen karena diduga mengalami rem blong, menutup seluruh badan jalan jalur Salatiga menuju Ungaran. Kasatlantas Polres Semarang, AKP Arpan, mengimbau para pengemudi untuk melakukan kontrol rutin pada kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas.

Material Tanah dan Kerikil Tumpah ke Jalan dan Permukiman, Proyek di Blanten Nyatnyono Diprotes Warga

Warga di RT 03 RW 08, Dusun Blanten, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mengungkapkan protes terhadap pembangunan proyek di wilayah mereka. Keluhan utama timbul karena material proyek, berupa tanah dan kerikil, meluber hingga jalan dan mencemari kawasan rumah setiap kali hujan turun. Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto, mengakui bahwa keluhan warga sudah disampaikan, dan proyek tersebut belum memiliki izin resmi dari warga dan pihak desa.

Warga di RT 03 RW 08, Dusun Blanten, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mengungkapkan protes terhadap pembangunan proyek di wilayah mereka. Keluhan utama timbul karena material proyek, berupa tanah dan kerikil, meluber hingga jalan dan mencemari kawasan rumah setiap kali hujan turun. Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto, mengakui bahwa keluhan warga sudah disampaikan, dan proyek tersebut belum memiliki izin resmi dari warga dan pihak desa.