URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam kurun waktu seminggu, wilayah hukum Polres Semarang mencatat empat kejadian kecelakaan. Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (15/12/2023) di Kesongo, Kecamatan Tuntang, melibatkan tiga kendaraan yang menyebabkan dua orang tewas. Keesokan harinya, kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan Diponegoro Ungaran, tanpa korban jiwa. Pada hari yang sama, sebuah truk tronton mengalami kecelakaan tunggal di exit tol Bawen karena diduga mengalami rem blong, menutup seluruh badan jalan jalur Salatiga menuju Ungaran. Kasatlantas Polres Semarang, AKP Arpan, mengimbau para pengemudi untuk melakukan kontrol rutin pada kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Seminggu Terjadi Tiga Kali Kecelakaan Akibatkan Dua Korban Tewas, Ini Kata Kasatlantas Polres Semarang

Seminggu Terjadi Tiga Kali Kecelakaan Akibatkan Dua Korban Tewas, Ini Kata Kasatlantas Polres Semarang

Seminggu Terjadi Tiga Kali Kecelakaan Akibatkan Dua Korban Tewas, Ini Kata Kasatlantas Polres Semarang

Foto: Humas Polres Semarang
Kasatlantas Polres Semarang AKP Arpan.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dalam waktu seminggu, empat kali peristiwa kecelakaan terjadi di wilayah hukum Polres Semarang. Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (15/12/2023), di mana tiga kendaraan terdiri dari angkutan umum, mobil pribadi, dan sepeda motor terlibat. Dua orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi di kawasan Kesongo, Kecamatan Tuntang tersebut.

Peristiwa kedua terjadi pada Sabtu (16/12/2023) dini hari. Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan Diponegoro Ungaran, tepatnya di depan cafe Over O dengan nihil korban jiwa.

Di hari yang sama, sebuah truk tronton pengangkut plastik juga terlibat kecelakaan tunggal di exit tol Bawen karena diduga mengalami rem blong. Truk yang dikemudikan oleh Heri (53) warga Kota Semarang itu terguling dengan posisi melintang dan menutup seluruh badan jalan jalur Salatiga menuju Ungaran setelah sebelumnya menabrak water barrier exit tol Bawen.

Kasatlantas Polres Semarang AKP Arpan mengatakan, terjadinya sejumlah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Semarang beberapa waktu belakangan ini melibatkan kendaraan angkutan orang dan barang. Dalam imbauannya, ia menyampaikan kepada para pengemudi untuk sering melakukan kontrol pada armada yang digunakan.

“Tujuannya adalah untuk memastikan bagian kendaraan dapat berfungsi dengan baik,” jelas Arpan dalam keterangannya, Senin (18/12/2023).

Selain itu, pihaknya juga meminta agar senantiasa berhati hati, mematuhi rambu rambu lalu lintas dan toleransi antar sesama pengguna jalan. “Karena selain faktor teknis, kecelakaan yang terjadi juga disebabkan oleh faktor manusia atau human error,” sambungnya.

Arpan menambahkan, Satlantas Polres Semarang juga akan terus melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas guna menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas di semua lapisan masyarakat.

“Termasuk kepada para pengemudi angkutan umum dan barang saat berada di terminal maupun rest area,” tutupnya. (win)

BACA JUGA :

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Muhammad Rivai, warga Cebongan, Salatiga, melaporkan penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan mobil Nissan Grand Livina ke Itwasda Polda Jateng pada Kamis (3/9/2026). Langkah itu dilakukan setelah terdakwa AG divonis 1 tahun 8 bulan, sementara kendaraan milik Rivai senilai sekitar Rp150 juta belum diketahui keberadaannya.
Livina Hilang, Setelah Ketemu tak ada Kejelasan , Korban Melapor ke Itwasda Polda
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved