URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tim gabungan yang terdiri dari Polres Semarang, Basarnas, BPBD, unit Damkar, dan relawan Kabupaten Semarang berhasil menemukan korban tenggelam pada Senin (25/12/2023). Korban, Bejo Slamet (54), warga Kota Salatiga, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya untuk memancing terbalik dan terkena arus sungai yang kencang di sungai Kedung Ringis Tuntang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Korban Tenggelam Saat Mancing di Sungai Kedung Ringis Tuntang Ditemukan, Pencarian Terkendala Tebalnya Eceng Gondok

Korban Tenggelam Saat Mancing di Sungai Kedung Ringis Tuntang Ditemukan, Pencarian Terkendala Tebalnya Eceng Gondok

Korban Tenggelam Saat Mancing di Sungai Kedung Ringis Tuntang Ditemukan, Pencarian Terkendala Tebalnya Eceng Gondok

Petugas gabungan mengevakuasi jenazah Bejo, warga Kota Salatiga yang tenggelam saat memancing di sungai Kedung Ringis, Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (26/12/2023).

Foto: Humas Polres Semarang

Petugas gabungan mengevakuasi jenazah Bejo, warga Kota Salatiga yang tenggelam saat memancing di sungai Kedung Ringis, Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (26/12/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tim gabungan yang terdiri dari Polres Semarang, Basarnas, BPBD, unit Damkar, dan relawan Kabupaten Semarang berhasil menemukan korban tenggelam saat memancing di sungai Kedung Ringis Tuntang pada Senin (25/12/2023).

Korban diketahui bernama Bejo Slamet (54), warga Kota Salatiga. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam usai perahu yang ditumpanginya untuk memancing terbalik terkena arus sungai yang kencang.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Ditemui di lokasi penemuan, Kanit Reskrim Polsek Tuntang Iptu Sigit Krisnadi menyampaikan, korban ditemukan pada Selasa (26/12/2023) sekitar pukul 14.55 WIB. Usai ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

“Sesuai permintaan keluarga, jenazah korban segera dibawa ke kediamannya untuk dikebumikan,” ungkap Sigit.

Sigit menuturkan, informasi dari tim gabungan yang melakukan pencarian, korban ditemukan pada jarak 200 meter dari titik awal korban hanyut tenggelam.

“Kemungkinan hanyut terbawa arus sungai, karena saat kejadian turun hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya.

Sementara salah satu relawan, Koko Qomarullah (43) yang ikut dalam pencarian mengaku sempat mengalami kendala. Tebalnya eceng gondok yang menutupi permukaan danau Rawa Pening membuat tim gabungan kesulitan mendeteksi posisi korban.

“Posisi korban saat kita temukan tertutup eceng gondok. Alhamdulillah bisa kita angkat dan evakuasi,” ujarnya.

Melengkapi pemberitaan sebelumnya, korban diketahui tenggelam dan hanyut saat perahu yang digunakan untuk memancing terbalik. Waktu kejadian, hujan turun dengan lebat dan menyebabkan arus sungai yang bermuara ke danau Rawa Pening ini menjadi deras. Korban berusaha menepikan perahu, namun nahas kencangnya angin dan tingginya debit sungai menyebabkan perahu yang ditumpanginya terbalik sehingga korban tenggelam. (win)

BACA JUGA :

Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga