RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Cegah Penularan COVID-19, Polsek Tengaran Lakukan Penyemprotan di 4 Desa

Cegah Penularan COVID-19, Polsek Tengaran Lakukan Penyemprotan di 4 Desa

Cegah Penularan COVID-19, Polsek Tengaran Lakukan Penyemprotan di 4 Desa

Petugas Polsek Tengaran saat melakukan sterilisasi jalan raya di wilayah Tengaran, Kabupaten Semarang dengan cairan disinfektan, Kamis (10/6/2021). Foto by Humas Polsek

Tengaran – RASIKA FM. Polsek Tengaran bersama jajaran TNI dan Muspika Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terus melakukan upaya pencegahan penularan dan peningkatan kasus COVID-19. Pada Kamis (10/6/2021)

Pantauan rasikafm.com di tkp tim gabungan melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan di wilayah Desa Klero, Tengaran, Patemon dan Karangduren.

Kapolsek Tengaran Iptu Sungkowo mengatakan, meski Kecamatan Tengaran tidak masuk zona merah, namun langkah antisipasi harus dilakukan. Terlebih wilayah Kecamatan Tengaran merupakan daerah lintasan antar kota dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali dan Kota Salatiga.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=FbmuRaAsGWk[/embedyt]
(Kapolsek Tengaran Iptu Sungkowo dan jajaran TNI serta kecamatan saat diwawancarai media)

“Karenanya kami terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penularan COVID-19. Apalagi saat ini ada empat desa yang potensi penularan COVID-19 cukup tinggi, yakni Klero, Patemon, Tengaran dan Karangduren,” ujar kapolsek.

Menurutnya, penyemprotan cairan disinfektan perlu dilakukan secara masif. Ini untuk membasmi virus dan memutus mata rantai penularan COVID-19. “Seperti di wilayah Desa Karangduren. Potensi penularan COVID-19 di wilayah desa ini cukup tinggi karena terdapat pasar, yakni Pasar Kembangsari. Sedangkan Klero dan Tengaran merupakan daerah lintasan antar kota,” terangnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan COVID-19. Itu bisa dilakukan mulai dari diri sendiri dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu Waka Polsek Tengaran Iptu Wardoyo menambahkan, penerapan protokol kesehatan secara ketat merupakan langkah yang efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan guna membantu pemerintah menekan penularan COVID-19.

“Sayangi diri kita sendiri, keluarga, tetangga dan lingkungan. Taati protokol kesehatan dan hindari Kerumunan,” ucapnya. (rief)

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran