RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecewa Berat, Puluhan Nasabah BLN Kembali Gruduk Rumah Nicho

Kecewa Berat, Puluhan Nasabah BLN Kembali Gruduk Rumah Nicho

Kecewa Berat, Puluhan Nasabah BLN Kembali Gruduk Rumah Nicho

Nasabah saat geruduk rumah Nicholas

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puluhan nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) dari berbagai daerah kembali menggeruduk rumah mewah milik pimpinan koperasi tersebut di Jalan Merdeka Selatan nomor 54, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (2/7/2025) sore. Mereka datang dari Boyolali, Wonosobo, Rembang, Demak, Klaten, dan lainnya menuntut agar uang penyertaan modal uang telah diberikan bisa dikembalikan.

Luapan emosi dan kekecewaan tampak terpancar dari para nasabah. Mereka menggedor pintu gerbang rumah dan meneriakkan agar Nicholas mau bertanggungjawab atas apa yang telah dia perbuat. Tak hanya itu, mereka juga menempelkan spanduk di rumah tersebut yang bertuliskan, Butuh Rupiah bukan Token, Janjimu membunuhku, Juli Tagih Janji BLN, dan ungkapan-ungkapan rasa kekecewaan para korban.[custom-related-posts title=”Kabar terkait :” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Koordinator aksi Aris Carmadi mengatakan, aksi kali ini dilakukan sebagai luapan kekecewaan para nasabah yang uang penyertaan modalnya tak kunjung bisa dikembalikan.

“Kita datang ke sini untuk menuntut janji-janji yang disampaikan oleh pengurus BLN bahwa Juli ini bisa terealisasi pengembalian dana beserta Sijangkung,” kata Aris.

Pihaknya mengancam, jika tuntutan dan janji yang telah diberikan tidak dipenuhi akan kembali menggelar aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi. Karena masih banyak korban lagi yang saat ini masih menunggu kejelasan terkait nasib uang penyertaan modalnya.

Terkait adanya rencana pengembalian dengan sistem digital, kata Aris, pihaknya menolak hal tersebut. Sebab banyak hal yang membuat pengembalian modal dengan sejenis token itu sangat beresiko.

“Pengalaman sebelumnya, pernah proyek yang dari DNY (program koin digital) itu tidak bisa naik. Malah jadi nol tidak laku. Anggota intinya kita tidak bersedia diganti digital, inginnya uang modal kembali,” tandasnya.

Pantauan wartawan di lokasi, hingga saat ini korban masih menunggu di rumah Nicholas. Mereka ingin melakukan audiensi secara langsung dengan dihadiri oleh Nicholas sebagai pimpinan Koperasi BLN.

Suasana aksi tagih uang

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran