URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pembangunan exit tol Salatiga dipastikan akan dimulai akhir tahun ini, disampaikan oleh Fadholi, anggota Komisi IX DPR RI, kepada wartawan di Salatiga pada Jumat (27/6/2025) setelah menyatakan bahwa proses pembebasan tanah di wilayah Kabupaten Semarang dan Salatiga telah selesai. Exit tol yang akan dibangun di Bugel, Sidorejo, dekat pusat kota, dirancang menembus Jalan Patimura dan bundaran Tamansari, serta akan dinamai Exit Tamansari.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pembebasan Tanah sudah Selesai, Exit Tol Kota Salatiga akan Punya Nama Baru

Pembebasan Tanah sudah Selesai, Exit Tol Kota Salatiga akan Punya Nama Baru

Pembebasan Tanah sudah Selesai, Exit Tol Kota Salatiga akan Punya Nama Baru

Foto dok IST
Gerbang Exit Tol Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kawasan Exit Tol Salatiga akan dikerjakan mulai akhir tahun ini. Penegasan itu disampaikan Fadholi, anggota komisi IX DPR RI kepada wartawan.

“Mengenai pembebasan tanah sudah selesai semua. Baik dari wilayah Kabupaten Semarang maupun Salatiga,” ujar Fadholi Jumat (27/6/2025).

Dikatakanya saat ini kota Salatiga tidak memiliki exit tol. Gerbang yang ada di Tingkir berada diatas wilayah Kabupaten Semarang, sedangkan di Salatiga hanya terkena ruas sepanjang kurang lebih tiga kilometer.

Exit tol nantinya berada di Bugel, Sidorejo dan tidak jauh dari pusat kota.

Akan menembus jalan Patimura dan menembus bundaran Tamansari. “Nantinya akan diberi nama exit Tamansari,” ujar Fadholi.

Menurutnya pelaksanaan tender akan dilaksanakan pada Agustus – September 2025.

Sementara pelaksanaan dijadwalkan pada 25 Oktober 2025 hingga 25 Oktober 2026.

Sementara itu, wakil ketua DPRD Saiful Mashud menambahkan jika operasional exit tol akan meningkatkan perekonomian kota Salatiga dan dipastikan akan memiliki multi efek yang sangat besar.

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal

Satu pemikiran pada “Pembebasan Tanah sudah Selesai, Exit Tol Kota Salatiga akan Punya Nama Baru”

  1. yang paling straegi adalah Exit Tol Susukan timurnya Tingkir. Kekuaran ke Susukan,Sruwen,Karanggede, Klego, Boyolali Utara. Salatiga itu ya Tingkir aja…

    Reply

Tinggalkan komentar

Satu pemikiran pada “Pembebasan Tanah sudah Selesai, Exit Tol Kota Salatiga akan Punya Nama Baru”

  1. yang paling straegi adalah Exit Tol Susukan timurnya Tingkir. Kekuaran ke Susukan,Sruwen,Karanggede, Klego, Boyolali Utara. Salatiga itu ya Tingkir aja…

    Reply

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved