URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ciptakan Kekebalan Kelompok di Lingkungan Sekolah, Ribuan Pelajar di Getasan Divaksinasi

Ciptakan Kekebalan Kelompok di Lingkungan Sekolah, Ribuan Pelajar di Getasan Divaksinasi

Ciptakan Kekebalan Kelompok di Lingkungan Sekolah, Ribuan Pelajar di Getasan Divaksinasi

featured-img

UNGARAN – Pelajar SMP Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Hal itu menyusul dimulainya uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Semarang.

“Kami merasa tenang dan nyaman dengan adanya vaksinasi ini. Apalagi saat ini telah dimulai uji coba PTM meski terbatas. Jika sewaktu-waktu PTM 100 persen diharapkan semua siap,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Getasan Sunaryo saat ditemui di sela-sela vaksinasi, Selasa (31/8/2021).

Dijelaskan Sunaryo, total ada 585 siswa yang divaksin dengan rentang usia 12 sampai 17 tahun.

“Sebenarnya ada 615 siswa yang harus divaksin. Akan tetapi 30 siswa kelas VII berusia di bawah 12 tahun sehingga belum bisa divaksin,” terangnya.

Selain siswa yang harus divaksinasi, Sunaryo menambahkan seluruh guru dan karyawan juga telah mendapatkan vaksinasi sebanyak dua dosis.

“Dari 52 personil guru dan karyawan alhamdulillah sudah divaksinasi semua. Sisa satu yang belum karena tidak memenuhi syarat dan sudah kami jadwalkan ulang,” urai Sunaryo.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Getasan selaku ketua panitia penyelenggara vaksinasi pelajar Istichomah mengatakan total ada 1.500 dosis vaksin pertama yang disediakan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Badan Intelijen Nasional (BIN) yang telah menyediakan vaksin. Karena dosis yang terbatas, maka baru 5 sekolah yang mendapatkan jatah,” ungkapnya.

Diakui Istichomah, tingkat antusiasme pelajar untuk mengikuti vaksinasi terbilang tinggi.

“Alhamdulillah orang tua murid antusias. Terbukti seluruhnya memberikan ijin kepada anaknya untuk divaksinasi. Hanya saja memang kendalanya dosis terbatas. Hari ini ada 30 dosis yang digunakan oleh pelajar SMA Negeri 1 Getasan karena yang seharusnya divaksinasi usianya masih di bawah 12 tahun,” paparnya.

Ditemui di tempat terpisah, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan capaian vaksinasi di Kabupaten Semarang hingga saat ini masih terus dikebut.

“Sudah sekitar 258ribu dosis pertama atau sekitar 31,17 persen. Sedangkan dosis kedua sejumlah 181.704 dosis. Hari ini tambah 5.000 dosis dari BIN, dengan rincian 3.000 dosis untuk kalangan pelajar dan santri sedangkan 2.000 sisanya bagi masyarakat umum,” jelas Ngesti.

Denisa Eka, salah seorang pelajar SMP N 1 Getasan mengaku merasa tenang setelah mendapatkan vaksin dosis pertama.

“Dengan vaksinasi ini saya merasa lebih nyaman dan terlindungi, nggak takut lagi kalau harus belajar di sekolah,” ungkapnya. (win)

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi