URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kementerian PUPR telah menyerahkan Detail Engineering Design (DED) untuk pintu tol ruas Semarang-Solo di wilayah Bergas, Kabupaten Semarang kepada PT Trans Marga Jateng (TMJ), dengan rencana pembangunan akses tol di jalur Karangjati-Pringapus, tepatnya di Kelurahan Ngempon.

Mbak Google

KABAR RASIKA

DED Pintu Tol Bergas Siap Dilelangkan, 2025 Diharapkan Mulai Dibangun

DED Pintu Tol Bergas Siap Dilelangkan, 2025 Diharapkan Mulai Dibangun

DED Pintu Tol Bergas Siap Dilelangkan, 2025 Diharapkan Mulai Dibangun

Ilustrasi Exit Tol, Foto:/IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Detail Engineering Design (DED) pintu tol ruas Semarang-Solo di wilayah Bergas, Kabupaten Semarang sudah diserahkan dari Kementerian PUPR kepada PT Trans Marga Jateng (TMJ). Rencananya akses masuk dan keluar tol itu akan dibangun di jalur Karangjati-Pringapus, tepatnya di Kelurahan Ngempon.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, pihaknya bersama TMJ tengah menyusun kajian, termasuk kesiapan infrastruktur di sekitar exit tol.

“Harapannya 2025 sudah mulai pembangunan,” ujar Ngesti, Senin (8/7/2024).

Ihwal pembangunan itu, Pemerintah Kabupaten Semarang memiliki kewajiban untuk melebarkan jalan umum yang menjadi akses utama dari dan menuju pintu tol. Yakni mulai dari samping Mapolsek Bergas ke arah Pringapus sejauh 1,6 kilometer.

“Dilebarkan supaya mudah untuk simpangan kontainer ataupun mobil-mobil besar, karena lokasinya tak jauh dari kawasan industri,” jelasnya.

Ngesti berharap, hadirnya exit tol baru tersebut bisa mengakomodir kendaraan-kendaraan yang akan mengakses wilayah Bergas, Pringapus, Bandungan dan lainnya. Keberadaan exit tol di sana juga dinilai dapat menggeliatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Jadi exit tol Bergas ini di tengah-tengah Ungaran dan Bawen, serta di Bergas dan Pringapus sudah banyak sekali industri.
Termasuk destinasi wisata seperti Bendungan Jragung, lapangan golf.
Kemudian akses menuju Bandungan juga dekat, keluar tol lewat Lemah Abang, naik sedikit sudah sampai,” urainya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Valeanto Sukendro menyampaikan, jalan umum sebagai akses utama keluar dan masuk tol akan dilebarkan 2 meter.

“Existing saat ini 7 meter. Nanti akan dilebarkan 2 meter, yaitu sisi depan Koramil Bergas atau selatan dan sedikit di samping Mapolsek Bergas,” terangnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved