URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
PT Trans Marga Jateng mengimbau pengguna jalan tol meningkatkan kewaspadaan. Direktur Utama Prajudi menyampaikan peringatan di ruas Tol Semarang–Solo, Ungaran, Selasa (23/12/2025), menyusul tingginya risiko kecelakaan dini hari. Imbauan diberikan untuk mencegah kecelakaan akibat kelelahan dengan beristirahat di rest area dan menjaga kecepatan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dirut TMJ: Kecelakaan Tol Banyak Terjadi Dini Hari, Terlena Langgar Kecepatan dan Paksakan Diri Mengemudi

Dirut TMJ: Kecelakaan Tol Banyak Terjadi Dini Hari, Terlena Langgar Kecepatan dan Paksakan Diri Mengemudi

Dirut TMJ: Kecelakaan Tol Banyak Terjadi Dini Hari, Terlena Langgar Kecepatan dan Paksakan Diri Mengemudi

Sejumlah mobil berpelat luar kota antre memasuki Rest Area KM 429 A Ungaran, ruas Tol Semarang-Solo, Selasa (23/12/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — PT Trans Marga Jateng mengingatkan pengguna jalan tol untuk mewaspadai waktu rawan kecelakaan serta menjaga batas kecepatan, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Prajudi, mengatakan berdasarkan data perusahaan, mayoritas kecelakaan di ruas tol terjadi pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Waktu tersebut dinilai rawan karena faktor kelelahan pengemudi.

“Berdasarkan data dari kami, kecelakaan itu kebanyakan terjadi pada pukul 00.00 sampai 06.00. Karena itu kami mohon di waktu-waktu tersebut pengemudi bisa beristirahat dan tidak memaksakan diri berkendara,” ujar Prajudi saat meninjau Rest Area KM 429 A Ungaran, ruas Tol Semarang-Solo, Selasa (23/12/2025).

Selain faktor waktu, Prajudi juga menekankan pentingnya menjaga kecepatan kendaraan, khususnya di ruas tol Salatiga–Boyolali yang memiliki lintasan lurus dan kerap membuat pengemudi terlena.

“Khusus jalur tol dari Salatiga sampai Boyolali, karena trek lurus kadang pengemudi tidak menyadari kecepatan berlebihan. Kami mohon kecepatan bisa dikurangi,” tegasnya.

Mengantisipasi kelelahan pengendara, PT Trans Marga Jateng memastikan seluruh rest area di ruas tol dapat difungsikan. Rest area yang siap digunakan antara lain KM 429 A, KM 439 A, KM 445 B, KM 456 A dan B, serta KM 487 A.

“Kami siapkan seluruh rest area agar bisa dimanfaatkan pengguna jalan untuk beristirahat,” kata Prajudi.

Ia menjelaskan, secara umum kondisi arus lalu lintas di jalan tol Jawa Tengah hingga saat ini masih terpantau lancar dan tidak terjadi lonjakan signifikan. Puncak kepadatan volume kendaraan terjadi pada Sabtu (20/12/2025).

“Puncak kepadatan kemarin itu sekitar 37 ribu kendaraan ke arah Surabaya dan 23 ribu kendaraan ke arah Semarang. Setelah itu terjadi penurunan,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya memprediksi akan terjadi peningkatan kembali menjelang 24 dan 25 Desember 2025, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat perayaan Natal.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim hujan dengan menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta mengurangi kecepatan demi keselamatan bersama,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik