KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027

Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027

Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027

Progres rencana exit tol kota salatiga yang akan menghubungkan langsung dari dan menuju kota

SALATIGA – Pembangunan akses On/Off Ramp Pattimura di Kota Salatiga terus berjalan. Hingga Juni 2026, progres konstruksi telah mencapai 13,2 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027.

Proyek yang digarap PT Trans Marga Jateng (TMJ) ini diharapkan menjadi pintu masuk baru yang memperkuat konektivitas Kota Salatiga dengan jaringan Jalan Tol Semarang–Solo dan Tol Trans Jawa.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Prajudi, mengatakan akses Pattimura tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberadaan akses Pattimura akan memperkuat konektivitas Kota Salatiga, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas akses ke pusat pendidikan, mendukung sektor pariwisata, serta memperlancar aktivitas sosial dan budaya masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, akses tol baru ini berpotensi membuka peluang investasi, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Salatiga dan sekitarnya.

Prajudi juga mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.

“Kolaborasi dan dukungan seluruh stakeholder menjadi kunci agar pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

PT TMJ optimistis proyek akses Pattimura dapat rampung sesuai jadwal sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat pada awal 2027. Kehadiran akses ini diharapkan semakin meningkatkan daya saing Kota Salatiga sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Jawa Tengah.

Dengan akses yang lebih mudah dan cepat, Salatiga diproyeksikan menjadi kawasan yang semakin menarik untuk investasi, pendidikan, perdagangan, hingga pengembangan pariwisata

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]