URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga Wadas Purworejo mengeluh soal sinyal yang hilang di desa itu pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Keluhan itu mereka sampaikan secara langsung saat Ganjar datang ke Wadas, Minggu (13/2).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Disambati Warga Wadas Soal Sinyal, Ganjar Langsung Telpon Petinggi Telkom

Disambati Warga Wadas Soal Sinyal, Ganjar Langsung Telpon Petinggi Telkom

Disambati Warga Wadas Soal Sinyal, Ganjar Langsung Telpon Petinggi Telkom

featured-img

PURWOREJO – Warga Wadas Purworejo mengeluh soal sinyal yang hilang di desa itu pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Keluhan itu mereka sampaikan secara langsung saat Ganjar datang ke Wadas, Minggu (13/2).

Ganjar datang ke Wadas untuk mendengar masukan dan keluhan dari sejumlah warga yang menolak penambangan batu andesit di desa itu. Selain menyampaikan sejumlah persoalan terkait penambangan, ada salah satu warga yang mengeluhkan soal sinyal yang hilang.

“Pak sinyalnya susah pak, hilang. Listrik juga kemarin padam,” kata warga.

Ganjar yang mendengar itu langsung meminta ajudannya menelpon petinggi Telkom. Karena diketahui, jaringan sinyal yang banyak digunakan oleh warga Wadas adalah Telkomsel.

“Mas telponke pak GM Telkom mas, bilang saya mau bicara,” katanya.

Ajudan Ganjar kemudian menelpon GM Telkom. Setelah tersambung, Ganjar langsung ngobrol singkat dengan GM Telkom Jateng-DIY itu.

“Pak, ini saya sedang di Wadas, Purworejo. Ini warga mengeluhkan sinyal yang hilang. Tolong dicek ya pak, biar masyarakat bisa komunikasi dengan nyaman,” kata Ganjar pada GM Telkom itu.

Sayup-sayup terdengar suara siap pak dalam telpon tersebut. Setelah ditutup, Ganjar mengatakan pada warga bahwa petugas Telkom akan segera datang untuk melakukan perbaikan.

“Mpun nggih, kersane didandani. Insyaallah lancar,” kata Ganjar.

Salah satu warga, Mukti mengapresiasi langkah cepat Ganjar menyelesaikan persoalan sinyal di desanya. Ia berharap, persoalan sinyal akan segera teratasi dan masyarakat bisa kembali berkomunikasi dengan lancar.

“Memang di sini sinyalnya susah, tadi pak Ganjar saja mau telpon kesulitan. Insyaalah nanti setelah pak Ganjar telpon petinggi Telkom, ke depan menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, Ganjar mendengarkan banyak keluhan dari masyarakat. Mereka menceritakan terkait peristiwa mencekam saat peristiwa pengukuran oleh petugas BPN pada Selasa (8/2) lalu. Mereka meminta agar peristiwa itu tidak terulang kembali.

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved