URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengurangan kuota pembelian susu sapi perah dari peternak di Kecamatan Getasan oleh Industri Pengolahan Susu (IPS) nasional sejak bulan lalu memicu gejolak di kalangan peternak. Pemerintah Kabupaten Semarang, yang diwakili oleh Plt Bupati Basari, mengadakan rapat koordinasi di ruang rapat Bupati Semarang, Ungaran, untuk membahas permasalahan tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dispertanikap Kabupaten Semarang Usulkan Pembaruan Bibit Sapi Perah untuk Tingkatkan Mutu Susu

Dispertanikap Kabupaten Semarang Usulkan Pembaruan Bibit Sapi Perah untuk Tingkatkan Mutu Susu

Dispertanikap Kabupaten Semarang Usulkan Pembaruan Bibit Sapi Perah untuk Tingkatkan Mutu Susu

Ilustrasi /IST
Ilustrasi /IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pengurangan kuota pembelian susu sapi perah dari peternak di Kecamatan Getasan oleh industri pengolahan susu (IPS) nasional sejak bulan lalu memicu gejolak di kalangan peternak. Untuk menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Semarang menggelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Basari di ruang rapat Bupati Semarang, Ungaran, belum lama ini.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap), Moh Edy Sukarno, mengungkapkan adanya selisih besar antara kapasitas produksi normal susu sapi yang dikelola oleh enam koperasi atau pengepul susu dengan jumlah yang dibeli oleh IPS. Selisih ini mencapai sekitar 21 ton susu per hari, yang mengakibatkan peternak di Getasan melakukan protes dengan membagi-bagikan susu gratis kepada masyarakat.

“Mutu susu segar dari petani sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan total solid mencapai 11,5 persen, namun ada IPS yang menetapkan standar lebih tinggi, yaitu di atas 12 persen,” jelas Edy.

Berdasarkan hasil pertemuan antara peternak, pemangku kepentingan nasional, dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI beberapa saat lalu, kuota pembelian susu oleh IPS dijadwalkan akan kembali normal pada Kamis mendatang. Namun, Edy menyampaikan usulan agar pemerintah memperbarui bibit sapi perah yang dimiliki peternak.

“Bibit sapi perah unggul dapat meningkatkan mutu dan produksi susu dari rata-rata 12 liter menjadi 20 liter per hari. Pendampingan intensif oleh penyuluh yang kompeten juga diperlukan,” tambahnya.

Edy juga mengusulkan pembentukan dinas khusus untuk menangani peternakan dan kesehatan hewan di Kabupaten Semarang.

Sementara menanggapi hal tersebut, Basari menyatakan bahwa kondisi ini merupakan momentum untuk memperbaiki pengelolaan peternakan sapi perah di Kabupaten Semarang.

“Diharapkan pembaruan bibit dan peningkatan pendampingan bagi peternak dapat meningkatkan mutu serta stabilitas industri persusuan di wilayah tersebut,” kata dia. (win)

BACA JUGA :

Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026