URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Forkopimda bersama masyarakat Kabupaten Semarang menggelar apel, doa bersama, dan deklarasi damai di GOR Pandanaran Wujil, Senin (1/9/2025). Dipimpin Bupati Ngesti Nugraha, kegiatan ini untuk menjaga kondusivitas wilayah. Aparat TNI-Polri hingga pelajar terlibat aktif, sementara Kapolres menegaskan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi gangguan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Doa Bersama dan Deklarasi Damai Jaga Kondusivitas Kabupaten Semarang, Masyarakat Jadi Tameng Terkuat

Doa Bersama dan Deklarasi Damai Jaga Kondusivitas Kabupaten Semarang, Masyarakat Jadi Tameng Terkuat

Doa Bersama dan Deklarasi Damai Jaga Kondusivitas Kabupaten Semarang, Masyarakat Jadi Tameng Terkuat

Ribuan masyarakat Kabupaten Semarang mengikuti apel, doa bersama dan deklarasi damai menjaga keamanan dan kondusivitas di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Senin (1/9/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Semarang menggelar apel, doa bersama, serta deklarasi damai untuk mewujudkan keamanan dan kondusivitas wilayah. Kegiatan berlangsung di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Senin (1/9/2025), dengan melibatkan unsur TNI, Polri, DPRD, ormas, Satlinmas, hingga para pelajar.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri dan Presiden. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga keamanan daerah.

“Kami bersama menjaga kondusivitas Kabupaten Semarang tentunya dengan dukungan semua pihak, baik kepolisian, TNI, DPRD, ormas, Satlinmas, hingga pelajar SMA dan SMP. Alhamdulillah sampai saat ini Kabupaten Semarang tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ngesti menambahkan, keamanan daerah sangat berpengaruh terhadap jalannya pembangunan. Jika daerah aman, maka pembangunan bisa berjalan lancar, investasi akan masuk, dan lapangan kerja terbuka.

“Itu semua bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kondusivitas adalah kunci agar Kabupaten Semarang semakin maju,” tegasnya.

Selain faktor pembangunan, Ngesti juga menyinggung pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga persatuan.

“Doa bersama yang kita panjatkan hari ini adalah bagian dari ikhtiar. Kami yakin dengan dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda, Kabupaten Semarang akan selalu damai dan tidak mudah terprovokasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.

“Kami selalu siaga, baik dari sisi personel maupun perlengkapan, untuk mengantisipasi segala sesuatu yang tidak diinginkan. Harapan saya, Kabupaten Semarang tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak benar,” tegasnya.

Kapolres menyebut, masyarakat memegang peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Menurutnya, kekuatan terbesar bukan hanya dari aparat, melainkan daya tangkal warga terhadap provokasi.

“Dengan daya tangkal yang kuat, pihak luar yang ingin membuat onar akan kesulitan masuk ke Kabupaten Semarang. Masyarakat adalah tameng agar daerah ini tetap aman. Apalagi kami tidak bekerja sendiri, alhamdulillah didukung seluruh potensi yang ada di Kabupaten Semarang, mulai dari pengamanan perkantoran hingga objek vital,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi terhadap dinamika di wilayah sekitar.

“Setiap ada aksi di Kota Semarang maupun Kota Salatiga, kami selalu melakukan pendekatan agar situasi tetap kondusif. Pengamanan ini sifatnya dinamis, ketika kondisi sudah normal, tentu kami kembalikan seperti biasa,” jelasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved