URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang menggelar doa bersama di aula serbaguna Alun-alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Senin (3/10/2022) malam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Doa Bersama Forkopimda Kabupaten Semarang untuk Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Doa Bersama Forkopimda Kabupaten Semarang untuk Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Doa Bersama Forkopimda Kabupaten Semarang untuk Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

featured-img

UNGARAN – Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam menggoreskan luka yang mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama para pecinta olahraga sepakbola di Indonesia.

Ratusan orang harus meregang nyawa dalam tragedi memilukan usai ajang Liga 1 yang mempertemukan Arema FC Malang dan Persebaya FC Surabaya.[irp posts=”43452″ name=”Ribuan Fans Bola Salatiga, Gelar Aksi Doa Bersama Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Malang”]

Sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang menggelar doa bersama di aula serbaguna Alun-alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Senin (3/10/2022) malam.

Ditemui usai doa bersama, Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika menuturkan kegiatan ini sebagai wujud empati bersama paguyuban supporter sepakbola terhadap korban kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Kami berdoa semoga seluruh korban diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta diberikan ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Yovan berharap dengan kejadian di Malang, seluruh pihak terkait harus mengambil pelajaran. Baik dari sisi supporter ataupun cara bertindaknya.

“Kejadian di Kanjuruhan tidak boleh terjadi lagi, kemarin cukup yang terakhir,” tegasnya.

Sementara salah seorang supporter sepakbola, Pujiyanto, yang ikut hadir dalam doa bersama itu mengaku terpukul dengan tragedi yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan.

“Banyak anak-anak juga yang jadi korban. Mereka hanya ingin nonton bola, tapi justru harus kehilangan nyawanya. Semoga ini yang terakhir,” harapnya. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan