KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dorong UMKM Berdikari, Cara Ganjar Ini Dinilai Ekonom Tepat Atasi Kemiskinan

Dorong UMKM Berdikari, Cara Ganjar Ini Dinilai Ekonom Tepat Atasi Kemiskinan

Dorong UMKM Berdikari, Cara Ganjar Ini Dinilai Ekonom Tepat Atasi Kemiskinan

SEMARANG – Pembinaan dan pelatihan UMKM menjadi strategi pengentasan kemiskinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai tepat oleh ekonom FX Sugiarto. Sebab menangani kemiskinan tidak bisa dilakukan jangka pendek.

Sugiarto mengatakan, pengentasan kemiskinan sebenarnya tidak bisa dibebankan pada gubernur seorang. Menurutnya, kabupaten kota lah yang mempunyai tanggungjawab untuk itu.

“Apa yang dilakukan gubernur, sebetulnya itu mengakselerasi yang seharusnya dilakukan setiap pmimpin di jawa tengah termasuk 35 bupati wali kota yang ada di Jawa Tengah,” kata FX Sugiarto saat dihubungi, Selasa (21/6).

Sugiarto mengatakan, profil kemiskinan di kabupaten kota muncul dari sektor informal dan pertanian. Pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dan pertanian, adalah cara yang paling tepat dalam konteks pengentasan kemiskinan.

“Maka cara yang paling tepat tetapi tidak bisa langsung kelihatan hasilnya karena itu proses jangka panjang, itu ya memang umkm kemudian pertanian,” ujar Sugiarto.

Cara ini tepat karena mengatasi kemiskinan dari sisi pendapatan. Menurut Sugiarti, dengan menciptakan lapangan kerja akan berdampak langsung pada pendapatan.

“Cara yang mendasar ya dengan memperbaiki struktur pendapatan mereka yakni dengan lapangan pekerjaan yang menghasilkan dan umkm itu menurut saya salah satu cara yang paling strategis juga di pertanian,” ujarnya.

Adapun program-program seperti bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan listrik murah juga bisa menjadi cara lain. Sugiarto mentakan, cara itu membantu pengentasan kemiskinan dari sisi pengeluaran.

“Dengan lapangan kerja itu cara mengatasi kemiskinan dengan mengembangkan sumber pendapatannya. Jadi ini berbeda tapi dua-duanya mengarah kepada bagaimana kemiskinan itu berkurang,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo baru-baru ini meluncurkan lapakjateng.id. Marketplace tersebut dapat dimanfaatkan UMKM Jateng untuk berjualan. Harapannya, UMKM Jateng akan makin berkualitas.

“Hari ini yang UMKM kita dampingi, mereka butuh bongkar persoalan apa yang muncul. bagaimana dengan produk knowledge mereka, market, ekonomi digital dan sebagainya,” tutur Ganjar dalam acara peluncuran di Solo, Rabu (15/6) lalu.

Sebelum lapakjateng.id, sejumlah program seperti Lapak Ganjar, Hetero Space, maupun inovasi kredit kerakyatan telah digagas. Bahkan Hetero Space kini menjadi rumah nyaman bagi pelaku UMKM serta start-up dan memungkinkan keduanya berkolaborasi dalam mengembangkan bisnisnya.

Untuk membantu permodalan, Ganjar juga melibatkan BUMD maupun pihak swasta. Salah satunya menginisiasai Kredit Lapak, kredit plafon rendah yang memang dikususkan untuk ibu-ibu pedagang pasar tradisional dan ibu-ibu kreatif rumahan.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]