KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ganjar Gandeng KADIN Jateng Pangkas Middle Man Distribusi Cabai

Ganjar Gandeng KADIN Jateng Pangkas Middle Man Distribusi Cabai

Ganjar Gandeng KADIN Jateng Pangkas Middle Man Distribusi Cabai

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggandeng Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Tengah untuk menyelesaikan persoalan harga cabai. Mengingat distribusi komoditas cabai saat ini disinyalir terlalu banyak middle man sehingga harga harga menjadi tinggi di pasaran.

“Itu bagian yang mustinya nanti bisa mendapatkan masukan dari mereka karena banyak sekali pedagang perantaranya yang panjang, mungkin kalau itu pendek, rasanya pengendalian akan lebih mudah karena pengambil untungnya tidak terlalu banyak,” kata Ganjar usai menghadiri acara Pelantikan Pengurus KADIN Jawa Tengah di Majapahit Convention Ballroom, Rabu (10/8/2022).

Ganjar sebelumnya mendapatkan informasi apabila middle man atau perantara dalam distribusi cabai bisa mencapai lima lapis. Itu terlalu panjang sehingga harus dipangkas agar alur distribusi lebih pendek.

“Kemarin pelaku menyampaikan kepada saya, ini middle man-nya bisa lima. Kalau itu bisa diturunkan menjadi dua dengan digitalisasi dengan melihat market potensial yang ada, lalu bisa menemukan antara petani dengan pedagang atau pembeli nantinya lebih dekat lagi. Dengan tidak banyak perantara mungkin itu membantu,” ujarnya.

Selain upaya memangkas middle man, Ganjar juga mendorong masyarakat mulai menggunakan cabai olahan. Misalnya cabai kering atau lainnya. Begitu juga dengan bawang yang bisa diolah menjadi bentuk pasta.

“Kita juga dorong untuk menyiapkan untuk semua tidak selalu fresh. Kita melatih masyarakat tidak harus mencari yang fresh itu. Ini kita bicarakan dengan kawan-kawan KADIN yang mengerti bisnis ini,” jelas Ganjar.

Ganjar mengatakan, pengurus baru KADIN Jawa Tengah ini langsung mendapatkan tantangan yang konkret. Bagaimana stabilisasi ekonomi dan perdagangan hidup lagi sehingga dapat bangkit dari keterpurukan. Untuk itu Ganjar meminta pengurus KADIN untuk segera melakukan review pada sektor-sektor dan subsektor tertentu bahkan sampai pada kebijakan versi pengusaha atau versi KADIN.

“Harapan itu kalau bisa dimunculkan, kita coba fitting dengan yang ada di pemerintahan termasuk kebijakan yang ada, tentu menggunakan analisis lingkungan eksternal yang berubah, yang cepat, yang kita harus protektif melihat itu, sehingga responsnya bagus,” ungkapnya.

Menurut Ganjar, baik pemerintah maupun KADIN tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi sehingga perekonomian bisa kembali bangkit. Juga agar lebih siap menatap tantangan global yang terus berubah.

“Kira-kira bahasanya, ini butuh persatuan Indonesia untuk bangkit dari sisi ekonomi. Kita harapkan, tadi saya titipkan, setelah ini segera rapat kerja, buat programnya, komunikasikan dengan kita agar kita bisa bekerja di lapangan bersama,” kata Ganjar.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang