URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Prancis mencatat lebih dari 1.000 kematian tambahan selama gelombang panas ekstrem yang melanda sejak 24 Juni 2026. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menyebut sekitar 85 persen korban berusia di atas 65 tahun, dengan wilayah berstatus peringatan merah dan kawasan Paris menjadi daerah yang paling terdampak akibat suhu yang sempat melampaui 40 derajat Celsius.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang, Mayoritas Lansia

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang, Mayoritas Lansia

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang, Mayoritas Lansia

featured-img
📰 Dikutip dari: detik.com

BACA JUGA :

KPK Pernah Sosialisasi Antikorupsi di Unsoed Sebelum OTT Rektor dan Wakil Rektor
KPK Pernah Sosialisasi Antikorupsi di Unsoed Sebelum OTT Rektor dan Wakil Rektor
Jateng Percepat Transformasi Transportasi, Taksi Listrik dan Pembayaran Nontunai Resmi Diluncurkan
Jateng Percepat Transformasi Transportasi, Taksi Listrik dan Pembayaran Nontunai Resmi Diluncurkan
Karhutla di Jateng Capai 232 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 407 Hektare
Karhutla di Jateng Capai 232 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 407 Hektare
Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup, Kalah Tipis 0-1 dari Thailand
Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup, Kalah Tipis 0-1 dari Thailand
SLB Negeri 1 Demak Kekurangan Ruang Kelas, 60 Pendaftar Hanya 22 Siswa Diterima
SLB Negeri 1 Demak Kekurangan Ruang Kelas, 60 Pendaftar Hanya 22 Siswa Diterima
Ahmad Luthfi Ajak Warga Perkuat Kebersamaan untuk Majukan Jawa Tengah
Ahmad Luthfi Ajak Warga Perkuat Kebersamaan untuk Majukan Jawa Tengah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan