URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir dalam acara halal bihalal bersama kepala desa (kades), perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) di GOR Pandanaran, Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa (23/5/2023). Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menyampaikan pentingnya peran kepala desa dalam pembangunan masyarakat, terutama dalam menangani masalah stunting dan kemiskinan ekstrem. Gubernur Jawa Tengah berharap agar pemerintahan di tingkat desa dapat mendorong perubahan yang berdampak hingga tingkat provinsi, khususnya dalam menyelesaikan masalah stunting dan mengurangi kemiskinan ekstrem.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hadiri Halal Bihalal dengan Kades Se-Kabupaten Semarang, Ganjar Titipkan Pesan Ini

Hadiri Halal Bihalal dengan Kades Se-Kabupaten Semarang, Ganjar Titipkan Pesan Ini

Hadiri Halal Bihalal dengan Kades Se-Kabupaten Semarang, Ganjar Titipkan Pesan Ini

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir dalam acara halal bihalal bersama kepala desa (kades), perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) di GOR Pandanaran, Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa (23/5/2023). Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menyampaikan pentingnya peran kepala desa dalam pembangunan masyarakat, terutama dalam menangani masalah stunting dan kemiskinan ekstrem. Gubernur Jawa Tengah berharap agar pemerintahan di tingkat desa dapat mendorong perubahan yang berdampak hingga tingkat provinsi, khususnya dalam menyelesaikan masalah stunting dan mengurangi kemiskinan ekstrem.
(Foto/win)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan sambutan di hadapan ribuan kades, perangkat desa, BPD, dan LKMK dalam acara halal bihalal di GOR Pandanaran, Wujil, Kecamatan Bergas, Selasa (23/5/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampak menghadiri acara halal bihalal dengan para kepala desa (kades), perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) yang dilaksanakan di GOR Pandanaran, Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (23/5/2023).

Di hadapan ribuan peserta yang hadir Ganjar menyampaikan terutama kepada para kades jika mereka merupakan ujung tombak suksesnya pembangunan masyarakat. Di antaranya penyelesaian masalah stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kekuatan daerah dimulai dari level desa. Sebab, kepala desa dan perangkatnya dinilai paling mengetahui daerah dan penduduknya,” ujarnya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini mengharapkan jajaran kepemerintahan di level desa ikut mendorong perubahan hingga tingkat provinsi. Contohnya, penuntasan kasus stunting pada anak.

“Maka saya minta bantuan kepada para kades, lakukan pendataan ada berapa ibu hamil. Pantau bagaimana pemenuhan gizinya, agar bayinya nanti tidak stunting. Kalau sudah terlanjur (stunting), maka akan susah diperbaiki. Imbasnya nanti pada bukan hanya pada fisik, tapi juga perkembangan non-fisiknya,” terangnya.

Kemudian kasus lain yang perlu penanganan adalah masalah kemiskinan ekstrem. Oleh sebab itu, Ganjar meyakini desa dapat menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam mengukur kemajuan suatu daerah.

“Saya titipkan bahwa PR kita masih panjang, penurunan kemiskinan ekstrem, termasuk bagaimana governance di pemerintahan level desa mesti kita laksanakan. Apa yang sudah dikerjakan kawan-kawan kita ingin hasilnya itu makin baik, tidak hanya output tapi outcome-nya biar diterima masyarakat,” imbuhnya.

Terkait tahun politik, Ganjar menitipkan pesan agar seluruh pihak dapat menjaga situasi keamanan ketertiban masyarakat.

“Jangan terhasut berita bohong, berita tidak benar. Cari tahu kebenarannya. Jaga iklim kamtibmas agar kondusif,” pungkasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved