RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Hari Pertama PPKM Darurat, Masih Ditemukan Warung Sediakan Makan di Tempat

Hari Pertama PPKM Darurat, Masih Ditemukan Warung Sediakan Makan di Tempat

Hari Pertama PPKM Darurat, Masih Ditemukan Warung Sediakan Makan di Tempat

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menaikkan kursi ke meja makan di sebuah warung yang masih menyediakan layanan makan di tempat pada penerapan PPKM Darurat, Sabtu (3/7/2021) malam. (Foto/IST)

UNGARAN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se pulau Jawa dan Bali telah diberlakukan mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Tak terkecuali di Kabupaten Semarang, beberapa pusat keramaian dan ruas jalan protokol tampak lengang sebab dilakukan penutupan di beberapa titik.

“Kami bersama TNI Polri melakukan sosialisasi PPKM Darurat kepada Satgas Covid-19 tingkat kecamatan, kelurahan dan juga Satgas Jogo Tonggo agar satu pemahaman,” ujar Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Minggu (4/7/2021).

Selain sosialisasi, Ngesti menerangkan pihaknya juga melakukan upaya edukasi kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan (prokes), serta penyemprotan di wilayah RT yang melakukan lockdown.

“Tingkat kedisiplinan masyarakat untuk taat prokes masih perlu ditingkatkan kembali mengingat penyebaran Covid-19 masih tinggi. Kami juga minta masyarakat untuk saling membantu jika ada warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman),” ungkap Ngesti.

Pada hari pertama penerapan PPKM Darurat, diakui Ngesti masih ditemukan sejumlah pelanggaran, yakni ada beberapa warung makan yang menyediakan layanan makan di tempat.

“Kami telah memberikan teguran serta sosialisasi terkait PPKM Darurat ini. Kami minta warung makan hanya melayani take away atau pesan bungkus bawa pulang dan tidak menyediakan tempat duduk. Kemudian untuk pasar juga tutup jam 14.00 dan sore harinya dilakukan penyemprotan disinfektan,” paparnya.

Pihaknya berharap, penerapan PPKM Darurat selama dua pekan ke depan bisa berjalan efektif.

“Kami berharap dengan gotong royong masyarakat Kabupaten Semarang bisa bangkit kembali dan keluar dari zona merah Covid-19. Oleh karena itu, perlu kami tegaskan kembali pentingnya mematuhi prokes,” kata Ngesti.

Terkait vaksinasi di Kabupaten Semarang, Ngesti menambahkan pihaknya tengah berupaya menambah kuota vaksinasi.

“Saat ini kita baru mampu 2.500 vaksinasi setiap hari, kami berusaha untuk bisa menambah kuota,” jelasnya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada TNI Polri dan beberapa perusahaan yang telah membantu upaya vaksinasi.

“Apresiasi dan terimakasih juga kami sampaikan kepada TNI Polri dan beberapa perusahaan yang telah membantu upaya vaksinasi. Kemarin Nissin bantu 2.000 vaksinasi kemudian Ungaran Sari Garment juga melaksanakan 4.400 vaksinasi. Kami juga sedang berupaya menambah tenaga kesehatan (nakes) untuk percepatan tracing, testing dan treatment serta percepatan vaksinasi,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran