URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Supriedi (66), warga Dusun Gambir, Desa Semowo, Pabelan, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun dekat rumahnya pada Selasa (20/8/2024). Korban ditemukan dalam posisi telentang oleh dua tetangganya yang sedang mencari burung liar. Polisi menduga Supriedi terpeleset dan jatuh saat membakar lahan kebun, karena ditemukan bekas kebakaran di lokasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hendak Berburu Burung Liar, Warga Semowo Pabelan Temukan Sesosok Jenazah di Kebun

Hendak Berburu Burung Liar, Warga Semowo Pabelan Temukan Sesosok Jenazah di Kebun

Hendak Berburu Burung Liar, Warga Semowo Pabelan Temukan Sesosok Jenazah di Kebun

Petugas mengevakuasi jenazah Supriedi, warga Dusun Gambir, Semowo yang ditemukan di sebuah kebun tak jauh dari rumahnya, Selasa (20/8/2024). Foto: Humas Polres Semarang
Petugas mengevakuasi jenazah Supriedi, warga Dusun Gambir, Semowo yang ditemukan di sebuah kebun tak jauh dari rumahnya, Selasa (20/8/2024). Foto: Humas Polres Semarang
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Supriedi (66) warga Dusun Gambir, Desa Semowo, Pabelan, Kabupaten Semarang ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun tak jauh dari rumahnya, Selasa (20/8/2024). Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang dan berada 1 meter di bawah jalan setapak.

Peristiwa ini bermula saat dua orang tetangga korban berniat mencari burung liar di sekitar kebun yang menjadi lokasi penemuan, masuk wilayah Dusun Tunggakrejo sekira pukul 07.00 WIB. Mereka kemudian berpencar dengan harapan wilayah ‘buruan’ menjadi lebih luas.

“Saat melintasi sebuah jalan setapak, salah satu di antara mereka melihat ada tas berwarna merah muda tergeletak di tanah,” kata Kapolsek Pabelan AKP Riyadi dalam keterangannya, Rabu (21/8/2024).

Melihat tas tersebut, saksi penasaran dan berusaha mencari pemiliknya. Tak jauh dari lokasi tas berada, saksi melihat seorang laki-laki tergeletak dengan posisi telentang di samping jalan setapak yang ia lewati.

“Mengetahui yang tergeletak adalah orang yang dikenalnya, ia memanggil rekannya. Keduanya kemudian melaporkan kejadian ini kepada kami,” jelas Riyadi.

Tim Inafis Polres Semarang yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan awal, ditemukan bekas lahan kebun yang dibakar.

“Sehingga diperoleh kesimpulan awal bahwa korban terpeleset dan terjatuh saat membakar lahan kebun yang akan dikerjakannya,” terangnya.

Sementara berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung. Hal itu diperkuat dengan keterangan petugas medis Puskesmas Pabelan yang menyatakan bahwa korban merupakan pasien dengan riwayat penyakit yang sama.

“Dugaan kami, penyakit jantungnya kambuh yang membuat korban jatuh. Bekas luka di bagian kepala belakang kemungkinan terbentur batu karena jatuhnya telentang,” paparnya.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap korban. Jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan. (win)

BACA JUGA :

Warga Dusun Gading, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengeluhkan dugaan pencemaran Kali Serang yang terjadi selama tiga hari terakhir hingga menyebabkan ikan lokal mati, air menimbulkan rasa gatal, dan bau menyengat tercium sampai permukiman warga, Selasa (19/5/2026). Warga bersama karang taruna menyisir aliran sungai sejauh sekitar 10 kilometer untuk menelusuri sumber limbah yang diduga dibuang pada waktu tertentu.
Diduga Tercemar Limbah, Ratusan Ikan Dewa di Kali Serang Tengaran Mati
Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk terjadi di jalur penyelamat Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (19/5/2026) malam. Insiden diduga dipicu gangguan pengereman pada kedua kendaraan hingga menyebabkan benturan di jalur penyelamat dan mengakibatkan tiga orang mengalami luka, satu di antaranya luka berat.
Rem Blong, Dua Truk Tabrakan di Jalur Penyelamat JLS Salatiga
Seorang pria berinisial Ng (47), warga Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kamar kosnya di Kampung Grogol, Selasa (19/5/2026). Polisi dan petugas medis yang menerima laporan keluarga langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri
Seorang mahasiswi berinisial SGM (18), warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diduga mencoba bunuh diri di rumahnya pada Senin (18/5/2026) dini hari. Petugas Polres Semarang dan Polsek Ungaran Barat yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan korban untuk penanganan lebih lanjut.
Diduga Dipicu Masalah Asmara, Mahasiswi di Ungaran Barat Coba Bunuh Diri

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli
Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, aktivitas jual beli kambing kurban di sejumlah lapak Kota Salatiga mulai meningkat, namun para pedagang mengaku daya beli masyarakat menurun dibanding tahun...
26 Mei 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–17
26 Mei 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–17.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di wilayah Semarang terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 14.00–17.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Selasa, 26 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara di Semarang berkisar 27–34 derajat Celsius dengan kelembapan 55–90 persen, sementara hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di kawasan Pantura timur Jawa Tengah pada sore hingga awal malam.
26 Mei 2026: BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Semarang, Pantura Timur Jateng Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Selasa, 26 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu...
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 1.567.660 tabung di Jawa Tengah dan DIY menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H serta libur panjang akhir Mei 2026. Tambahan stok melalui skema fakultatif dan extra dropping dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi rumah tangga, menjaga ketersediaan energi di pangkalan resmi, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas selama libur dengan nyaman.
Tenang, Libur Idul Adha Pertamina Tambah 1,5 Juta Lebih Tabung LPG 3kg di Jateng DIY
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 1.567.660 tabung di Jawa Tengah dan DIY menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H serta libur panjang akhir Mei 2026....
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Rupiah Borobudur Playon 2026 yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026 di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang. Kegiatan lari 5K dan 10K ini menargetkan 10.000 peserta dan pengunjung untuk meningkatkan literasi Rupiah, mendorong transaksi digital, mendukung pariwisata serta UMKM, sekaligus menyalurkan seluruh hasil pendaftaran sebagai donasi bagi masyarakat sekitar Borobudur.
Peluncuran Kegiatan Rupiah Borobudur Playon 2026: Lari Untuk Berbagi
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Rupiah Borobudur Playon 2026 yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026 di Taman Lumbini, Candi Borobudur,...
Muat Lebih

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Senin, 25 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara di Semarang berkisar 27–34 derajat Celsius dengan kelembapan 55–90 persen, sementara hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Pantura timur Jawa Tengah pada sore hingga awal malam.
25 Mei 2026: BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Semarang, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Pantura Timur Jateng
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Salatiga menertibkan pengamen dan badut jalanan di sejumlah persimpangan pada Jumat (15/5/2026) setelah menerima banyak aduan masyarakat terkait penggunaan sound system berlebihan yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat pengamen dan tiga unit sound system serta memberikan pembinaan agar tidak mengulangi aktivitas serupa.
Tindak Lanjuti Aduan Warga, Satpol PP Salatiga Sita Sound System Pengamen Jalanan
Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal Nebeng Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang
Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal "Nebeng" Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang