URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hendi Uji Coba Bus Listrik Karya Anak Bangsa Untuk Kota Semarang

Hendi Uji Coba Bus Listrik Karya Anak Bangsa Untuk Kota Semarang

Hendi Uji Coba Bus Listrik Karya Anak Bangsa Untuk Kota Semarang

featured-img
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menunjukan baterai yang digunakan sebagai energi penggerak Bus Listrik (Foto:IST)

RASIKAFM – Berbagai terobosan diupayakan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi untuk menyempurnakan pembangunan kota cerdas berkelanjutan yang digagasnya sejak tahun 2013. Terbaru, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini melakukan uji coba bus listrik untuk dapat digunakan di wilayah yang dipimpinnya, Senin (20/9).

Dirinya mengungkapkan salah satu pertanyaan besar dalam transformasi kendaraan dari BBM ke listrik adalah terkait tenaga yang mampu dihasilkan, untuk itu Hendi pun meminta uji coba bus listrik pada jalan tanjakan di Kota Semarang. Dan hasilnya, bus listrik yang dinaikinya mampu berada pada kecepatan yang stabil saat menanjak.

Hasil uji coba bus listrik itu pun disebut Hendi sebagai sebuah hal yang positif, apalagi mengingat kendaraan yang dinaikinya saat itu merupakan produk Indonesia, buatan Mobil Anak Bangsa. Hendi pun berharap kendaraan listrik semacam itu dapat banyak ada di Kota Semarang, sehingga bisa menekan polusi udara di kota lumpia.

“Hari ini kita uji coba bus listrik mobil anak bangsa, produk Indonesia. Energinya menggunakan baterai yang dengan pengisian daya ulang selama 2,5 jam, bisa menempuh jalan hingga 300 kilometer,” terang Hendi. “Kita sudah uji coba di jalan tanjakan, aman, nyaman, dan kekuatannya tidak kalah dengan kendaraan listrik buatan luar negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menyebutkan bahwa ke depan Hendi selaku Wali Kota Semarang memang menproyeksikan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di ibu kota Jawa Tengah, salah satunya dengan menggunakan bus listrik. Namun Endro menuturkan uji coba lanjutan bisa saja masih diperlukan untuk mengetahui daya tahan bus listrik tersebut.

“Kami tentu sejalan dengan semangat bapak Walikota, yang ingin menjadikan Kota Semarang memiliki udara yang bersih. Maka adanya bus listrik ini tentu saja masuk dalam proyeksi kami ke depan,” tutur Endro. “Tapi selain uji coba langsung yang dilakukan bapak Walikota hari ini, tidak menutup kemungkinan adanya uji coba lanjutan oleh kami, untuk mengetahui durability dari produk ini sendiri,” tambahnya.

Di sisi lain, perwakilan produsen Bus Listrik Mobil Anak Bangsa tersebut, Agus, menyebutkan bahwa bus dapat dibuat dalam dua tipe, yaitu dengan panjang 12 meter dan 8 meter. Termasuk untuk ketinggian deck bus sendiri, meski yang diuji coba Hendi adalah tipe low deck, namun ke depannya akan menyesuaikan kondisi infrastruktur di Kota Semarang.

“Kalau bus listrik memang saat ini karena umumnya low deck, seperti untuk bandara agar memudahkan akses penumpang untuk keluar masuk tanpa halte. Tapi jika dikehendaki untuk transportasi dalam kota tentu kita akan menyesuaikan sesuai dengan tinggi halte,” tekan Agus.

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved