URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Rest area KM 429A ruas tol Semarang-Solo di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai ramai oleh para pemudik pada H-7 Lebaran. Pada Rabu (3/4/2024) sore, sejumlah kendaraan berplat Jabodetabek hingga luar Jawa terlihat singgah di rest area tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hindari Macet, Pemudik Mulai “Nyolong Start” pada H-7 Lebaran

Hindari Macet, Pemudik Mulai “Nyolong Start” pada H-7 Lebaran

Hindari Macet, Pemudik Mulai “Nyolong Start” pada H-7 Lebaran

Sejumlah pemudik asal Jabodetabek mulai memadati rest area KM 429A Ungaran, Rabu (3/4/2024). Foto: win
Sejumlah pemudik asal Jabodetabek mulai memadati rest area KM 429A Ungaran, Rabu (3/4/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Rest area KM 429A ruas tol Semarang-Solo yang berada di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang mulai dipadati para pemudik pada H-7 Lebaran. Berdasarkan pantauan Rasika pada Rabu (3/4/2024) sore, sejumlah mobil berplat Jabodetabek hingga luar Jawa tampak singgah di rest area ini.

Gatot Supriyadi (53), pemudik asal Pasar Kemis Tangerang dengan tujuan Madiun mengaku mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan. “Berangkat tadi jam 06.00, sepanjang jalan alhamdulillah lancar,” ujarnya.

Selama perjalanan ia bersama istri dan seorang anaknya sempat beristirahat sebanyak tiga kali yakni di Cirebon, Cipali dan rest area KM 429A Ungaran. Menurutnya tidak ada ketersendatan, arus lalu lintas untuk dua arah terbilang lancar. Rencananya, ia akan menghabiskan libur lebaran selama 10 hari di kampung halaman, sehingga bagian atas mobilnya dilengkapi bagian tambahan untuk menaruh barang.

“Ini bawa kasur titipan adik dan barang-barang lainnya, rencana sampai habis libur lebarannya,” kata dia.

Senada dengan hal itu, Fahrurozi (29) pemudik asal Bekasi dengan tujuan Ngawi juga sengaja memilih mudik lebih awal karena khawatir terjebak macet jika mendekati masa cuti bersama. Apalagi ia juga memperoleh informasi jika arus mudik tahun ini bakal lebih ramai dibanding tahun lalu.

“Makanya saya pilih (mudik) lebih awal, biar nggak kena macet,” paparnya.

Ia berangkat dari Bekasi sekitar pukul 09.00 WIB. Selama perjalanan ia mengaku tidak menjumpai adanya ketersendatan. “Mungkin belum pada libur, jadi masih cukup lengang lalu lintasnya,” imbuhnya.

Sementara Direktur Utama PT TMJ Prajudi, musim mudik lebaran akan dimulai pada 31 Maret 2024 dan diprediksi mencapai puncaknya pada H-4 lebaran. Sejauh ini pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah, terutama segi infrastruktur agar kondisi jalan bagus, tidak bergelombang dan berlubang, serta tidak ada genangan dengan membersihkan saluran air.

“Termasuk fasilitas rambu tambahan pada H-7 sampai H+7 lebaran dan juga peralatan transaksi di gerbang tol,” ungkap Prajudi di Ungaran, Kamis (21/3/2024) sore.

Prajudi menyebut perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas jalan (V/C Ratio) di ruas tol TMJ cukup tinggi, sehingga memerlukan penanganan khusus pada arus mudik nanti. Misalnya dengan rekayasa berupa one way, contraflow, hingga mempercepat transaksi di gerbang tol.

“Nanti juga akan kita lihat situasinya, jika terjadi antrian kendaraan di gerbang tol maka akan dialihkan ke gerbang selanjutnya,” ujarnya.

Terkait rekayasa one way ini, lanjutnya, kalau dilihat dari skala nasional maka akan dimulai dari Jakarta hingga Kalikangkung. Sedangkan dari Kalikangkung hingga ke Bawen dan seterusnya tentu merupakan diskresi dari kepolisian yang dalam hal ini Ditlantas Polda Jateng.

“Pengalaman tahun lalu, one way sampai Salatiga karena terjadi penumpukan kendaraan di rest area KM 456,” paparnya.

Hal yang tak kalah penting, terkait penumpukan kendaraan di rest area. Pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengendalikan arus lalu lintas di dalam ruas tol agar tetap lancar. Jika terjadi kemacetan maka akan diberlakukan contraflow di sekitar rest area.

“Alhamdulillah tahun ini ada tambahan rest area baru yakni di KM 439A dan KM 444B, semoga bisa mengurangi beban di rest area yang lama,” beber dia. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved