[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Ini Dia Pemenang Lomba Video Kreatif HUT Ke-502 Kabupaten Semarang

Ini Dia Pemenang Lomba Video Kreatif HUT Ke-502 Kabupaten Semarang

Ini Dia Pemenang Lomba Video Kreatif HUT Ke-502 Kabupaten Semarang

Kepala Diskominfo Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati berpose bersama para pemenang lomba video kreatif dalam rangka HUT ke-502 Kabupaten Semarang, Rabu (29/3/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Lomba video kreatif yang digelar oleh Dinas Kominfo (Diskominfo) Kabupaten Semarang bersama Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang dalam rangka HUT ke-502 Kabupaten Semarang telah usai. Tema yang diambil dalam ajang tersebut adalah “Wajah Pembangunan Kabupaten Semarang Kini” dan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan konten kreator.

Bertempat di ruang lobi Diskominfo Kabupaten Semarang, sebanyak enam peserta yang dinyatakan sebagai pemenang juara I hingga harapan III menerima piagam penghargaan serta uang tunai jutaan rupiah yang diserahkan secara langsung oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Semarang.

Terpilih sebagai juara I adalah Zaenul Muttaqin yang membuat video dengan materi obyek wisata Bandungan. “Niatnya cuma iseng. Pas tahu ada lomba ini coba-coba ikut saja. Alhamdulillah menang,” ujar Zaenul Muttaqin, sang juara I lomba tersebut.

Dikatakannya, awalnya ia akan membuat materi tentang Mal Pelayanan Publik (MPP) yang ada di Tuntang. Akan tetapi karena waktunya mepet, akhirnya ia memutuskan membuat materi obyek wisata yang ada di Bandungan.

“Ini juga bikinnya serba dadakan, sehingga yang sekiranya mudah ya bikin wisata Bandungan,” jelasnya.

Diakuinya, pembangunan di Kabupaten Semarang cukup pesat baik infrastruktur, wisata, pelayanan dan sebagainya.

“Harapannya semakin ditingkatkan agar masyarakat Kabupaten Semarang semakin sejahtera,” katanya.

Sementara Kepala Diskominfo Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati mengungkapkan rasa terima kasih atas terselenggaranya lomba ini. Menurutnya hal ini menjadi langkah yang bagus sebagai sarana promosi dan publikasi kemajuan pembangunan Kabupaten Semarang dalam 2 tahun kepemimpinan Bupati Ngesti Nugraha dan Wakil Bupati Basari.

“Kita tahu, awal masa pemerintahan beliau fokus pada penanganan pandemi Covid-29. Saat ini sudah mulai bangkit kembali, termasuk sektor pembangunan yang harus dipromosikan kepada masyarakat luas,” terangnya.

Ditambahkan Wiwin, ke depan akan dilaksanakan kembali kegiatan serupa dengan tema yang tidak kalah menarik.

“Tentu dengan hadiah yang lebih menarik juga. Harapannya semakin banyak yang ikut, seiring dengan perwujudan visi misi Bupati dan Wakil Bupati menuju Kabupaten Semarang Bersatu Berdaulat Berkepribadian Sejahtera dan Mandiri (Berdikari),” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani