RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jelang Lebaran, PDGI Salatiga Edukasi Warga dan Salurkan Bantuan

Jelang Lebaran, PDGI Salatiga Edukasi Warga dan Salurkan Bantuan

Jelang Lebaran, PDGI Salatiga Edukasi Warga dan Salurkan Bantuan

Budi Wibowo bersama Anggota Persatuan Dokter Gigi seluruh Indonesia (PDGI) kota Salatiga saat baksos di Tingkir Tengah

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Masih kurangnya pemahaman masyaakat akan kesehatan gigi, membuat Persatuan Dokter Gigi seluruh Indonesia (PDGI) kota Salatiga melakukan edukasi pentingnya merawat gigi kepada warga dikelurahan Tingkir Tengah, kamis 20.4.2023 sore.

Kepada Rasika FM, Ketua PDGI Salatiga drg Budi Wibowo SpOrt menuturkan, hingga saat ini kesadaran warga dalam merawat gigi masih kurang, untuk itu pihaknya memberikan penyuluhan pentingnya merawat gigi. Dia bersama anggota PDGI merasa terpanggil untuk terjun ke masyarakat agar mereka faham.

Selain memberikan penyuluhan dan edukasi singkat, dalam rangka
meringankan beban warga masyarakat di bulan suci Ramadan ini, mereka mengadakan bakti sosial berupa pemberian paket sembako dan uang kepada warga yang membutuhkan di Kelurahan Tingkir Tengah kota Salatiga.

“pemberian sembako ini sebagai upaya untuk meringankan beban warga masyarakat sekaligus dalam rangka menyambut lebaran, harapannya bantuan kali ini akan meringankan beban warga saat menghadapi hari raya mendatang” harap Budi.

Budi menambahkan pemberian bantuan kali ini pihaknya bekerjasama dengan kelurahan sehingga diharapkan penerima tepat sasaran.

Budi Wibowo ketua PDGI saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat tumpang koyor legendaris yang dijual sejak 1969 tersebut diburu pembeli dari berbagai daerah hingga penjualan koyor meningkat dari 7 menjadi 22 kilogram per hari.
Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana