URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Masih kurangnya pemahaman masyaakat akan kesehatan gigi, membuat Persatuan Dokter Gigi seluruh Indonesia (PDGI) kota Salatiga melakukan edukasi pentingnya merawat gigi kepada warga dikelurahan Tingkir Tengah, kamis 20.4.2023 sore.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Lebaran, PDGI Salatiga Edukasi Warga dan Salurkan Bantuan

Jelang Lebaran, PDGI Salatiga Edukasi Warga dan Salurkan Bantuan

Jelang Lebaran, PDGI Salatiga Edukasi Warga dan Salurkan Bantuan

Budi Wibowo bersama Anggota Persatuan Dokter Gigi seluruh Indonesia (PDGI) kota Salatiga saat baksos di Tingkir Tengah
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Masih kurangnya pemahaman masyaakat akan kesehatan gigi, membuat Persatuan Dokter Gigi seluruh Indonesia (PDGI) kota Salatiga melakukan edukasi pentingnya merawat gigi kepada warga dikelurahan Tingkir Tengah, kamis 20.4.2023 sore.

Kepada Rasika FM, Ketua PDGI Salatiga drg Budi Wibowo SpOrt menuturkan, hingga saat ini kesadaran warga dalam merawat gigi masih kurang, untuk itu pihaknya memberikan penyuluhan pentingnya merawat gigi. Dia bersama anggota PDGI merasa terpanggil untuk terjun ke masyarakat agar mereka faham.

Selain memberikan penyuluhan dan edukasi singkat, dalam rangka
meringankan beban warga masyarakat di bulan suci Ramadan ini, mereka mengadakan bakti sosial berupa pemberian paket sembako dan uang kepada warga yang membutuhkan di Kelurahan Tingkir Tengah kota Salatiga.

“pemberian sembako ini sebagai upaya untuk meringankan beban warga masyarakat sekaligus dalam rangka menyambut lebaran, harapannya bantuan kali ini akan meringankan beban warga saat menghadapi hari raya mendatang” harap Budi.

Budi menambahkan pemberian bantuan kali ini pihaknya bekerjasama dengan kelurahan sehingga diharapkan penerima tepat sasaran.

Budi Wibowo ketua PDGI saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved