KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kak Seto Bakal Dampingi Puluhan Siswi Korban Pencabulan oleh Oknum Guru Agama di Batang

Kak Seto Bakal Dampingi Puluhan Siswi Korban Pencabulan oleh Oknum Guru Agama di Batang

Kak Seto Bakal Dampingi Puluhan Siswi Korban Pencabulan oleh Oknum Guru Agama di Batang

SEMARANG – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi memastikan akan mendampingi puluhan siswi yang menjadi korban pencabulan oleh seorang oknum guru agama Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial AM di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kak Seto, sapaan akrabnya mengatakan, hal ini dilakukan untuk membantu proses penyembuhan trauma atau psikis para korban agar mampu melawan apa yang pernah menimpa para korban. “Jadi tidak hanya sibuk pada pelaku saja tapi korban juga cepat ditangani secara terpadu melibatkan juga unsur pemerintah Kabupaten Batang juga,” ujarnya di Mapolda Jateng, Senin (5/9/2022).

Dirinya pun kini sudah bertemu dengan para korban pelecehan seksual tersebut. Menurutnya, para korban sudah mulai bisa berkativitas kembali tanpa memikirkan kejadian senooh yang para korban alami.

“Saya melihat tadi para korban ternyata tampak anak sudah cepat aktif kembali. Sudah tampak lebih percaya dari seolah tidak terjadi apa-apa, gembira, bernyanyi, masih menari juga riang dan sebagainya,” terangnya.

Kak Seto dalam hal ini juga mengapresiasi langkah cepat Polda Jateng dalam mendampingi para korban pelecehan oleh oknum guru agama warga Kendal tersebut. Polda Jateng juga ikut berperan dalam mengurangi efek trauma dari para korban.

“Jadi kami mengapresiasi itu. Mudah-mudahan kami juga akan terus mendampingi dan akan bertemu orangtua dari pada korban,” bebernya.

Disisi lain, Kak Seto meminta kepada masyarakat untuk tidak memojokan atau menyalahkan korban pelecehan seksual. Karena menurutnya hal itu dapat menambah rasa stress pada diri korban.

Oleh karena itu, Kak Seto menghimbau agar korban pelecehan seksual harus didukung penuh dalam melawan trauma yang dialaminya. “Tentu yang paling penting adalah mendengar juga suara mereka menciptakan suasana yang penuh persahabatan,” jelasnya.

“Yang paling penting tadi tidak mendesak, kamu sih tidak hati-hati, kami sih itu, jangan memojokkan anak,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo mengatakan saat ini oknum guru tersebut sudah diamankan oleh kepolisian. Ia menjelaskan, awal mula pengungkapan kasus ini diketahui setelah salah satu orangtua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya.

Ia menjelaskan, dalam melakukan aksinya, guru cabul ini merayu dan mengancam korban agar menuruti keinginannya. Aksi bejat itu bahkan dilakukan di lingkungan sekolah.

“Pelaku melakukan aksinya di seputaran lingkungan sekolah. Sementara ini belum ditemuka video dan foto,” terangnya.

Saat ini kepolisian akan terus mendalami dan mengembangkan kasus pelecehan seksual ini. Apalagi diduga masih ada siswi lain yang menjadi korban kebejatan pelaku.

“Laporan secara resmi baru tujuh korban yang melaporkan ke kami. Dugaan kemungkinan masih banyak yang belum melapor, dikarenakan korban masih di bawah umur. Mungkin masih merasa malu dan takut,” paparnya.

Saat ini guru cabul tersebut diamankan di Mapolres Batang. Jika terbukti melakukan kejahatan tersebut, AM terancam Pasal 81 82 Undang2 nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan juga Pasal 29 ayat 2 dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Leave a Comment

Leave a Comment

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang