URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Universitas Kristen Satya Wacana terus mendampingi Sekolah Lansia Purbaya di Kelurahan Dukuh, Kota Salatiga, selama tiga tahun terakhir melalui program edukasi multidisiplin. Pendampingan yang melibatkan dosen dari berbagai bidang ini membantu menjaga keberlangsungan sekolah, meningkatkan wawasan, kesehatan, serta kemandirian para lansia agar tetap aktif dan produktif di usia senja.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja

Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja

Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puluhan lansia dari Sekolah Lansia Purbaya di Kelurahan Dukuh, Salatiga, tampak mengenakan toga, atribut kesehatan, dan atribut olahraga dengan bersemangat mengikuti rangkaian acara Festival Budaya yang berlangsung di Lapangan Kembangarum, baru-baru ini. Di balik keceriaan tersebut, ada peran besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang selama tiga tahun terakhir setia mendampingi dan mendukung kegiatan Sekolah Lansia Purbaya sebagai ruang belajar bagi para lansia agar tetap aktif, sehat, dan produktif di usia senja.

Program yang awalnya diinisiasi oleh pemerintah daerah pada tahun 2022 ini sempat menghadapi tantangan berat ketika dukungan pembiayaan mulai berkurang. Di tengah ancaman berhentinya operasional sekolah, UKSW hadir memberikan solusi nyata melalui komitmen para dosen lintas fakultas. Kampus ini menerjunkan para pakar dari bidang kesehatan, psikologi, komunikasi, hingga pertanian untuk menyusun materi yang relevan dan menyajikannya dengan pendekatan yang hangat.

Wakil Kepala Sekolah Lansia Purbaya, Sugiharto, M.T., mengakui bahwa kehadiran akademisi kampus merupakan penyelamat program ini. “Kami sempat mengalami kesulitan karena dukungan yang ada tidak lagi sebesar sebelumnya. Saat itulah UKSW hadir membantu melalui para dosennya. Dukungan itu sangat berarti bagi keberlangsungan Sekolah Lansia,” ungkap Sugiharto.

Dampak dari kehadiran para dosen UKSW ini membawa perubahan besar pada pola pikir para peserta, seperti yang dirasakan oleh Muhrowi S.Pd. Materi interaktif yang disampaikan berhasil membuka wawasan baru mengenai hubungan sosial dan aktivitas produktif yang dapat dilakukan di hari tua.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari. Pola pikir kami menjadi lebih terbuka dan kami jadi mengetahui cara menjalani masa lansia dengan lebih baik,” tutur Muhrowi.

Selain memperluas wawasan dan mempererat relasi sosial antar peserta, kontribusi UKSW juga sangat dirasakan dalam aspek pemantauan kesehatan fisik. Melalui pemeriksaan berkala seperti tekanan darah dan gula darah yang dipadukan dengan penyuluhan gaya hidup, para lansia dibekali kemampuan untuk hidup lebih mandiri.

Dra. Sulastri M.Pd., salah satu peserta yang telah setia mengikuti hingga dua angkatan, menegaskan betapa krusialnya kehadiran materi tersebut bagi kehidupan mereka. “Materi kesehatan sangat membantu kami. Ada pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan berbagai informasi yang memang dibutuhkan oleh lansia agar tetap sehat dan mandiri,” jelas Sulastri.

Bagi UKSW, keterlibatan multidisiplin ini menjadi bukti nyata bagaimana ilmu pengetahuan di ruang kuliah ditransformasikan menjadi manfaat yang menyentuh masyarakat bawah. Pendekatan komprehensif ini menegaskan posisi UKSW bukan sekadar institusi pendidikan formal, melainkan agen perubahan sosial dan sahabat yang menemani perjalanan belajar sepanjang hayat. Melalui kepedulian yang berkelanjutan ini, UKSW sukses membuktikan bahwa kontribusi nyata kampus mampu menciptakan dampak humanis yang melampaui ruang kelas, mengantarkan para lansia meraih masa tua yang sehat, produktif, dan bahagia.

BACA JUGA :

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon