KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Seorang warga tengah memilah limbah rumah tangga berupa sisa sayuran sebelum dimasukkan ke dalam drum yang telah dimodifikasi untuk diubah menjadi biogas. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Limbah rumah tangga berupa sisa sayuran dan buah yang selama ini kerap berakhir menjadi sampah, disulap Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menjadi sumber energi alternatif berupa biogas.

Inovasi tersebut mengantarkan Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Atas capaian tersebut, mereka akan mewakili Jawa Tengah dalam lomba tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026.

Ketua Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Juari, mengatakan inovasi biogas dari limbah sayuran berangkat dari persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat di wilayah hulu Danau Rawa Pening.

“Karena kami di wilayah hulu Danau Rawa Pening, salah satu danau prioritas nasional, kami punya masalah dari kotoran sapi, limbah lainnya, terutama sampah rumah tangga yang selama ini belum terlalu tertangani,” ujarnya ditemui di gedung DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (21/8/2026) sore.

Menurutnya, Karang Taruna kemudian mencoba mengembangkan pengolahan sampah organik rumah tangga, khususnya sisa sayuran dan buah, menjadi biogas menggunakan drum.
Inovasi tersebut tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Biogas digunakan untuk kebutuhan memasak, sedangkan hasil pengolahannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair.

“Untuk pemanfaatannya, pertama untuk memasak, yang kedua untuk pupuk organik cair,” katanya.

Selain mengolah sampah organik rumah tangga, Karang Taruna Dharma Remaja juga memanfaatkan limbah kotoran sapi. Limbah tersebut diolah menjadi pupuk fermentasi, pupuk kascing, serta biogas melalui instalasi yang lebih permanen.

Juari menambahkan, pemanfaatan hasil inovasi tersebut saat ini belum diarahkan untuk komersialisasi. Karang Taruna justru menghibahkan sejumlah peralatan pengolahan kepada masyarakat, sekolah, maupun instansi.

“Alat-alatnya kami hibahkan ke masyarakat. Ke depan kami juga masuk ke sekolah-sekolah dan instansi. Ada beberapa yang sudah kami hibahkan,” jelasnya.

Keberhasilan mengembangkan biogas dari limbah sayuran tersebut kemudian menjadi salah satu inovasi yang dibawa dalam Lomba Karang Taruna Berprestasi tingkat Jawa Tengah. Selain menjadi solusi lingkungan, inovasi itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif berbasis masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Semarang, Lugud Endro Susilo, mengatakan prestasi Karang Taruna Dharma Remaja menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Semarang. Setelah meraih juara pertama tingkat Jawa Tengah, mereka kini bersiap membawa inovasi tersebut ke tingkat nasional.

“Alhamdulillah, dengan kegiatan Karang Taruna Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah memperoleh juara satu. Nanti awal September kami akan mewakili Jawa Tengah untuk tingkat nasional,” katanya.

Menurut Lugud, potensi energi dari pengolahan sampah tersebut masih dapat dikembangkan lebih luas sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Desa Manggihan.

Apresiasi juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening. Ia menilai inovasi biogas berbahan limbah sayuran yang dikembangkan Karang Taruna Dharma Remaja merupakan terobosan yang patut dikembangkan.

“Saya mengapresiasi dan berbangga dengan inovasi yang dilakukan Karang Taruna Desa Manggihan dan dibantu pemerintah desa. Harapannya menjadi pilot project bagi Karang Taruna di Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Bondan menilai pemanfaatan limbah sayuran sebagai bahan baku biogas memiliki nilai strategis karena tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Biogas yang mereka kembangkan dari limbah sayur ini merupakan inovasi yang baru, karena belum banyak yang mengembangkan. Harapannya terus berkembang agar semakin bermanfaat untuk masyarakat,” katanya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]