KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kasus Aktif Covid-19 Lampaui Nasional, Kabupaten Semarang Tarik Rem Darurat PKM

Kasus Aktif Covid-19 Lampaui Nasional, Kabupaten Semarang Tarik Rem Darurat PKM

Kasus Aktif Covid-19 Lampaui Nasional, Kabupaten Semarang Tarik Rem Darurat PKM

Dinkes bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang saat memberikan keterangan kepada media, Senin (11/1/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Prosentase kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Semarang mencapai angka 20,97 persen. Angka itu melebihi prosentase kasus aktif skala nasional yakni 14,8 persen. Hal itu menjadi salah satu indikator diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bumi Serasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Ani Raharjo dalam konferensi pers di ruang Bina Praja Setda Kabupaten Semarang, Senin (11/1/2021) menjelaskan, selain prosentase kasus aktif melebihi angka nasional, tingkat kesembuhan masih terhitung rendah yakni 75,37 persen dibandingkan skala nasional yang mencapai 82,34 persen. Begitu juga dengan tingkat kematian yang mencapai 3,67 persen melebihi nasional sebesar 2,91 persen.

Jika melihat zona risiko penyebaran Covid-19, Ani menambahkan, secara umum Kabupaten Semarang masuk ke dalam daerah (kabupaten/kota) dengan zona risiko penyebaran sedang. Dari 19 kecamatan yang ada, sebanyak 18 kecamatan di antaranya merupakan wilayah zona risiko sedang.

Satu-satunya kecamatan yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19 hanya di Ungaran Timur. Namun dengan pertimbangan angka kasus aktif, angka kematian, angka kesembuhan termasuk ketersediaan ruang perawatan dan isolasi di rumah sakit, maka diputuskan Kabupaten Semarang perlu menarik rem darurat berupa PPKM.

Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang Alexander Gunawan menerangkan, terkait dengan beberapa poin yang diatur dalam PPKM terutama agenda sosial budaya, pihaknya telah melakukan langkah pendekatan.

Bagi masyarakat yang sudah merencanakan untuk menggelar hajatan pernikahan dan undangan sudah tersebar, maka yang pertama harus membatasi kapasitas tempat dan tamu dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sedangkan bagi yang belum telanjur menyebar undangan disarankan untuk menggelar akad nikah dan menunda seremoni resepsinya sambil menunggu dan melihat situasi perkembangan penyebaran Covid-19. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
[pekok2]