KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kasus Covid Klaten Menurun Karena Warga Mau Diisolasi

Kasus Covid Klaten Menurun Karena Warga Mau Diisolasi

Kasus Covid Klaten Menurun Karena Warga Mau Diisolasi

Gubernur Ganjar Pranowo menyapa warga positif Covid-19 yang menjalani isolasi terpusat di GOR Gelarsena, Kabupaten Klaten, Rabu (4/8).

KLATEN – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek penanganan Covid-19 di Klaten, Rabu (4/8). Setelah sempat tinggi dan jadi perhatian nasional, jumlah kasus Klaten kini sudah jauh menurun.

Pada awal PPKM Darurat 3 Juli lalu, angka kasus aktif di Kabupaten itu sebanyak 5.295 orang. Angka itu menurun menjadi 2.856 pada Minggu (1/8) lalu.

Menurut Ganjar, salah satu kunci sukses penurunan adalah warga Klaten bersedia bekerjasama dan diisolasi secara terpusat. Strategi ini meniru di Kudus, yakni memaksimalkan warga yang positif untuk diisolasi terpusat.

Ganjar menyempatkan meninjau pusat di GOR Gelarsena Klaten yang sampai kini masih dihuni 66 pasien. “Pripun kabare pak, sehat to? Njenengan mpun pirang dino teng mriki (sudah berapa hari di sini),” sapa Ganjar begitu tiba.

“Sudah sembilan hari pak, nyaman di sini, diopeni kok,” jawab mereka.

“Lha iyo, malah lemu sampeyan (tambah gemuk). Koyone malah betah yo,” canda Ganjar.

Ganjar mengatakan, langkah-langkah penanganan pandemi di Klaten memang sudah cukup bagus. Buktinya, kondisi Klaten sudah menurun.

“Klaten kan salah satu yang jadi perhatian kita di Solo Raya. Karena terjadi lonjakan, kita mikir bagaimana tindakan cepat yang bisa dilakukan. Dan kita punya pengalaman di Kudus dulu, kita paksa warga isolasi terpusat,” katanya.

Memang saat menerapkan program itu, banyak warga yang marah. Namun setelah hasilnya bagus, mereka semua bisa menerima.

“Dulu kabeh diunek-unekke (dimarahi), ya Bupati, Gubernur, Kapolda, Pangdam dan lainnya. Tapi ini harus dilakukan, karena kalau isolasi di rumah, itu tidak bisa menyelesaikan,” jelasnya.

Menurutnya, klaster tertinggi di Jateng adalah klaster rumah tangga. Jika ada warga yang positif dan diisolasi di rumah, kalau rumahnya tidak representatif maka ini bisa jadi klaster baru.

“Makanya, ini harus dikelola dengan baik. Sekarang dengan konsep isolasi terpusat, mereka diopeni, dirawat dan dikontrol. Tadi saya lihat mereka juga bisa guyon, bahagia. Saya senang, karena ini berhasil. Saya ucapkan terimakasih, karena warga mau mendukung dan mau diisolasi terpusat,” imbuhnya.

Ganjar berharap, warga yang masih isolasi di rumah untuk diisolasi terpusat. Pemkab Klaten sudah menyiapkan tempatnya, ada yang di GOR Gelarsena, ada di Panti Semedi, dan ada juga yang di Donohudan.

“Ada juga di hotel pak, itu untuk ibu hamil dan menyusui,” timpal Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang