URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Masjid Klenteng dibeli dari ahli waris ( alm) Yusuf Hidayatullah seorang mualaf Tionghoa, saat ini pengelolaannya dibawah Yayasan H. Zaenal Abidin. Untuk pengembangan, maka sejumlah renovasi pun dilakukan dengan memperindah masjid. Tidak hanya sebatas untuk tempat ibadah, namun juga didirikan pondok pesantren enterpreneur.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Keunikan Masjid Klenteng Salatiga Ada Ponpesnya Untuk Mendidik Santri Berjiwa Entrepenuer

Keunikan Masjid Klenteng Salatiga Ada Ponpesnya Untuk Mendidik Santri Berjiwa Entrepenuer

Keunikan Masjid Klenteng Salatiga Ada Ponpesnya Untuk Mendidik Santri Berjiwa Entrepenuer

Masjid Klenteng dibeli dari ahli waris ( alm) Yusuf Hidayatullah seorang mualaf Tionghoa, saat ini pengelolaannya dibawah Yayasan H. Zaenal Abidin. Untuk pengembangan, maka sejumlah renovasi pun dilakukan dengan memperindah masjid. Tidak hanya sebatas untuk tempat ibadah, namun juga didirikan pondok pesantren enterpreneur.

Untuk pengembangan, lahan sebelah timur masjid juga dibangun mess untuk santri. Bisa dikatakan di Masjid Klenteng ini ada pondok pesantrennya. Saat ini sudah ada 10 santri dan 25 santriwati dari berbagai daerah di Indonesia. Santri dan santriwati itu mulai dari jenjang SMP, SMA dan kuliah.

Salah seorang pendiri Yayasan H.Zaenal Abidin, Ustad Agus Ahmad (46) mengatakan, selain memperdalam ilmu agama berbasis salaf dengan kitab-kitab kuning, para santrinya dibekali dengan ilmu entrepenuer atau berbisnis.” Setelah nyatri di sini satu tahun, kita bekali wawasan dan kemampuan bisnis. Karena santri disini rata-rata mahasiswa, maka kita target, di semester 1 dan 2, kita ajari bisnis, dalam satu bulan berpenghasilan Rp 1 juta. Bisnisnya via media sosial. Kita ajari caranya. Hasilnya untuk santri sendiri bukan untuk ponpes,” jelasnya.

Kemudian yang sudah menginjak kuliah di semester 5 dan 6, nantinya kita target berpenghasilan Rp 2 juta per bulan. “ Nanti di semester 7 dan 8 targetnya naik lagi jadi Rp 3 juta per bulan. Jadi nanti ketika lulus kuliah dan lulus dari pondok sudah tidak bingung masalah pekerjaan karena sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Karena kendala saat ini, begitu lulus kuliah atau pondok, bingung mencari pekerjaan. Kalau dari awal sudah kita ajari berbisnis dan punya penghasilan bisa jadi bekal,” imbuhnya.

Dikatakan Agus, yang diajarkan kepada para santri adalah ilmu berbisnis saat ini melalui media sosial, sedangkan jenisnya atau barangnya, terserah dan tergantung para santri masing-masing. “ Jadi bagaimana cara berjualan lewat facebook, instagram, marketplace dan sebagainya,” ujarnya.

Untuk mendukung jiwa berwira usaha itu, Pesantren Enterprenuer juga membuka kafe di lingkungan pondok, yang diberi nama Kafe Masteng yang buka dari jam 11.00 hingga pukul 20.00, dengan menu-menu ringan, seperti kopi, mie dan sebagainya. Para penjaga atau pengelolanya para santri.

Terkait dengan kegiatan di bulan Ramadhan ini? Agus menjelaskan, seperti halnya pondok pesantren pada umumnya. Dimulai dari sahur bersama para santri, kemudian dilanjutkan sholat subuh berjamaah. “ Dilanjutkan paginya ada pengajian, taklimul taklim sampai jam 06.00, yang ngisi Kyai Mutaqin salah seorang pengasuh. Selesai pengajian kemudian dilanjutkan bersih-bersih lingkungan. Selanjutnya masuk sekolah atau kuliah, karena sudah banyak yang masuk (pertemuan tatap muka),” jelasnya.

Kemudian kegiatan keagamaan dilanjutkan bada ashar dengan ngaji quran (TPQ), para santri mengajara anak-anak di sekitar lingkungan pondok hingga jam 17.00. Kemudian dilanjutkan muqtaklim dan buka bersama serta dilanjut dengan sholat taraweh.” Di Masjid Klenteng ini saban hari buka bersama dengan anak di lingkungan sekitar yang ikut TPQ, atau masyarakat yang datang ke masjid,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved