URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menggelar Uji Publik Rancangan Daerah Pemilihan (dapil) Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Semarang pada Pemilu Serentak 2024 belum lama ini.

Mbak Google

KABAR RASIKA

KPU Kabupaten Semarang: Tak Ada Perubahan Dapil untuk Pileg 2024

KPU Kabupaten Semarang: Tak Ada Perubahan Dapil untuk Pileg 2024

KPU Kabupaten Semarang: Tak Ada Perubahan Dapil untuk Pileg 2024

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menggelar Uji Publik Rancangan Daerah Pemilihan (dapil) Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Semarang pada Pemilu Serentak 2024 belum lama ini. Dalam uji publik tersebut, KPU Kabupaten Semarang memastikan jumlah dapil untuk pemilihan legislatif (pileg) 2024 di Bumi Serasi tidak mengalami perubahan.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi. Dikatakannya, jumlah kursi yang diperebutkan dari lima dapil yang ada di Kabupaten Semarang masih tetap seperti Pemilu 2019 lalu.

“Di tahun 2014 jumlah kursinya 45, sejak 2019 sudah ditambah menjadi 50 kursi. Karena populasi penduduk telah bertambah lebih dari satu juta pada,” ujarnya.

Dicontohkan oleh Maskup, misalnya di dapil 1 dan dapil 2 saat ini sudah berjumlah 11 kursi, apakah terjadi penambahan penduduk, sehingga jika dihitung menyebabkan jumlah kursi di dua dapil ini harus ditambah menjadi atau lebih dari 12 kursi.

“Faktanya hal itu tidak terjadi. Artinya kalau dari 2019 ke 2024 ini tidak ada penambahan penduduk atau hal lain yang menyebabkan jumlah penduduk bertambah/berkurang, maka dapilnya sama dengan 2019,” jelasnya.

Dijelaskan lebih jauh oleh Maskup, terkait penambahan jumlah kursi prinsip utamanya adalah tujuh hal, antara lain kesetaraan, proporsionalitas, integralitas wilayah, kohesivitas, serta kesinambungan.

“Selama itu terpenuhi, dapil 2019 ke 2024 ini masih dipertahankan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah dapil dan jumlah kursi di Kabupaten Semarang pada Pileg 2019 adalah Dapil 1 meliputi Bergas, Ungaran Barat dan Ungaran Timur dengan 11 kursi. Dapil 2 meliputi Bawen, Banyubiru, Tuntang, Pringapus dengan 11 kursi.

Lalu dapil 3 meliputi Bringin, Bancak, Pabelan, dan Suruh dengan 9 kursi, dapil 4 meliputi Getasan, Kaliwungu, Susukan, dan Tengaran dengan 10 kursi, dan terakhir dapil 5 terdiri dari wilayah Sumowono, Ambarawa, Jambu, dan Bandungan dengan 9 kursi. (win)

 

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved