KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kunjungi MAJT Semarang, Ini Yang Disampaikan Jusuf Kalla

Kunjungi MAJT Semarang, Ini Yang Disampaikan Jusuf Kalla

Kunjungi MAJT Semarang, Ini Yang Disampaikan Jusuf Kalla

RASIKAFM – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan dalam rangka silaturahmi dengan DMI Jateng di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat (8/10/2021).

Dalam kegiatan tersebut, JK menyampaikan beberapa hal terkait perekonomian terutama masalah kesejahteraan masyarakat.

Dia mengingatkan kepada pengurus masjid agar lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat disekitar dengan tidak hanya memikirkan pembangunan masjid akan tetapi warga di sekelilingnya masih hidup serba kekurangan.

“Jangan sampai masjidnya megah, tapi masyarakat di sekitar masjid itu miskin, ujarnya saat silaturahmi.

Kemudian, Jusuf Kalla meminta pengurus masjid menyediakan tempat untuk masyarakat dalam mendirikan usaha. Ia menyebut bahwa itu adalah salah satu cara mensejahterakan masyarakat yang berada di sekeliling masjid.

Lebih lanjut, ia menegaskan pengurus masjid tak ada yang boleh mendirikan koperasi apalagi berdagang di wilayah Masjid.

“Jangan masjid yang berdagang atau bikin koperasi. Tapi jamaah yang bikin koperasi dan berdagang,” bebernya.

Menurutnya, ada tiga kelompok yang dapat memakmurkan masyarakat sekeliling masjid sehingga kedua belah pihak baik itu pengurus masjid dan warga sekitar bisa merasakan kesejahteraan.

“Pertama membangun. Kedua mengurus, dan mengelola atau membina. Ketiga jamaah. Ketika ada yang membangun, ada yang mengurus kalau tidak ada jamaahnya ya tidak makmur,” ucap Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia ini.

Maka dari itu, ketiga kelompok tersebut, kata dia, harus saling berkaitan dan langsung diterapkan agar bisa mengupayakan kemakmuran masjid dan masyarakat. Disisi lain, kemakmuran dan kesejahteraan bisa didapat melalui dari segi pembinaan, keagamaan, pendidikan sosial, ekonomi, dan sebagainya.

“Itu harus bisa komplit, masjidnya maju dan masyarakat juga maju,” pungkasnya.

Dia mengungkapkan, saat ini keberadaan masjid di Indonesia terus bertambah dan umat Islam juga bertambah. Namun JK menyahangkan masih adanya umat Islam yang hidup serba kekurangan.

“Kita perlu berjuang bersama-sama untuk memakmurkan,” katanya.

Dalam kesempatannya itu, JK tak lupa menghimbau masyarakat selalu waspada dalam menjaga ulama dan bisa mendeteksi pikiran-pikiran radikalisme. Mengingat, kata dia, di Indonesia akhir-akhir tahun ini sering terjadi isu keagamaan.

“Alhamdulillah kita selalu mengajak umat kita untuk selalu berfikir moderat. Kedua, masjid harus independensi agar tidak ada tunggangan kepentingan, “tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum DMI Jateng KH Achmad menyampaikan, pihaknya dalam memajukan organisasinya yakni terus gencar membentuk kepengurusan di tingkat daerah kabupaten/kota maupun kecamatan.

“Ada daerah yang sudah sangat sibuk karena memberdayakan manajemen masjid yaitu di Karanganyar. Kalau di Pekalongan sudah bekerjasama dengan instansi lain,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP