URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Volume arus kendaraan pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah semakin meningkat. Peningkatan terlihat di Kabupaten Semarang, khususnya di rest area KM 429A Ungaran ruas tol Semarang-Solo. Meskipun demikian, situasi masih terkendali dan belum memerlukan tindakan pengalihan arus. Rest area tersebut telah menambah fasilitas untuk mengantisipasi terjadinya kepenuhan kapasitas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Limpahan Arus Pemudik Mulai Terasa di Kabupaten Semarang

Limpahan Arus Pemudik Mulai Terasa di Kabupaten Semarang

Limpahan Arus Pemudik Mulai Terasa di Kabupaten Semarang

Petugas Polres Semarang melaksanakan giat pemantauan situasi arus mudik di rest area KM 429A Ungaran ruas tol Semarang-Solo, Selasa (18/4/2023) malam.

(Foto/dok. Humas Polres Semarang)

Petugas Polres Semarang melaksanakan giat pemantauan situasi arus mudik di rest area KM 429A Ungaran ruas tol Semarang-Solo, Selasa (18/4/2023) malam.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Volume arus kendaraan para pemudik dari arah Jakarta yang memasuki wilayah Jawa Tengah mulai terasa. Di Kabupaten Semarang, peningkatan intensitas para pemudik juga sudah terlihat pada Selasa (18/4/2023) malam. Seperti yang terpantau di kawasan rest area KM 429A Ungaran ruas tol Semarang-Solo dimana kendaraan roda 4 berplat luar kota tampak memadati kawasan ini.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Himawan dalam keterangannya menyampaikan, arus kendaraan yang memasuki wilayah Kabupaten Semarang melalui jalur tol sudah mulai meningkat. Meski demikian pihaknya belum melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan sistem contraflow ataupun one way sebab masih terkendali.

“Arus memang sudah meningkat, hal ini terpantau dari kendaraan yang melintas maupun memasuki rest area KM 429A. Situasi sementara masih terpantau ramai lancar sehingga belum diperlukan tindakan pengalihan arus,” ujarnya.

Sementara dari penuturan General Manager (GM) Operasional Rest Area KM 429A, Adi Purwanto, sebanyak 8.800 kendaraan masuk ke rest area yang dikelolanya per Senin (17/4/2023) kemarin.

“Kami hitung dari malam ke malam, kenaikannya sekitar 50 persen,” ungkapnya.

Ia menduga, jumlah kendaraan yang masuk ke rest area tersebut akan semakin meningkat seiring dengan pemberlakuan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah, yakni 19-25 April 2023. Untuk mengantisipasi terjadinya kepenuhan kapasitas, Adi menambahkan bahwa nantinya rest area di sana akan diberlakukan sistem buka-tutup.

“Hal ini untuk menghadapi lonjakan pengunjung atau pemudik. Kami juga telah menambah lahan parkir di sebelah utara rest area dan dapat menampung maksimal 400 kendaraan, kemudian 6 toilet portabel dan 10 toilet semi permanen,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum