URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang mengalami penundaan selama satu hari karena sedang dilakukan perbaikan pada aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dari pusat. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Bambang Setyono, menegaskan bahwa perbaikan tersebut tidak memengaruhi jadwal rekapitulasi penghitungan suara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Maintenance Sirekap, Proses Rekapitulasi Suara di Tingkat PPK Kabupaten Semarang Dijeda Sehari

Maintenance Sirekap, Proses Rekapitulasi Suara di Tingkat PPK Kabupaten Semarang Dijeda Sehari

Maintenance Sirekap, Proses Rekapitulasi Suara di Tingkat PPK Kabupaten Semarang Dijeda Sehari

Seorang petugas kepolisian berjaga di Kantor Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang meski tak ada proses rekapitulasi penghitungan suara menyusul adanya perbaikan aplikasi Sirekap, Senin (19/2/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang dijeda satu hari. Pasalnya, sedang ada perbaikan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dari pusat.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Bambang Setyono menyampaikan perbaikan Sirekap tidak mempengaruhi jadwal rekapitulasi penghitungan suara.

“Istilahnya tidak libur, progres masih terus berjalan. Saat ini sudah lebih dari 60 persen untuk tingkat PPK,” kata Bambang ditemui di Kantor Sekretariat KPU Kabupaten Semarang, Senin (19/2/2024).

Bambang menyebut, dalam dua sampai tiga hari ke depan proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK tersebut sudah bisa diselesaikan. Pihaknya mengutamakan prinsip kecermatan dan kehati-hatian berkaitan rekapitulasi di tingkat PPK dan PPS.

“Hasil yang sudah diinput sudah tersimpan. Tinggal nanti menunggu hasil pleno tingkat kecamatan yang akan dikirim ke KPU Kabupaten Semarang,” urainya.

Diakui Bambang, sampai saat ini dari total 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang semuanya belum selesai melaksanakan rekapitulasi. Meski demikian, ia berkeyakinan seluruhnya akan selesai sesuai jadwal hingga dilaksanakannya pleno di tingkat provinsi.

“Ini masih berproses terus. Kami harap masyarakat bersabar untuk menunggu hasil pleno KPU Kabupaten Semarang pada tanggal 26 Februari 2024,” jelasnya.

Bambang menambahkan, secara umum pelaksanaan Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang berjalan lancar. Seluruh petugas penyelenggara sampai dengan saat ini dalam keadaan sehat.

“Kami imbau teman-teman PPK tidak terlalu malam saat bekerja. Kita batasi agar istirahat bisa maksimal karena proses rekapitulasi ini dilakukan setiap hari, paling tidak jam 9 malam sudah selesai,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved