KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Maksimalkan Perolehan PAD, Pemkot Salatiga akan Pasang Tapping Box ke 60 Tempat Usaha

Maksimalkan Perolehan PAD, Pemkot Salatiga akan Pasang Tapping Box ke 60 Tempat Usaha

Maksimalkan Perolehan PAD, Pemkot Salatiga akan Pasang Tapping Box ke 60 Tempat Usaha

Kompleks Gedung Kantor Walikota Salatiga. Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Masuki awal tahun 2025 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga bakal terus menggali potensi wajib pajak guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Setidaknya ada 60 tempat usaha yang dibidik Pemkot Salatiga untuk memberikan kontribusi ke PAD.

Rencananya puluhan tempat usaha yang dinilai bisa berkontribusi terhadap upaya peningkatan PAD akan dipasangi alat monitoring transaksi usaha (tapping box). Hingga akhir 2024 lalu, Pemkot Salatiga sudah memasang sebanyak 83 tapping box pada wajib pajak.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Salatiga Cansio Xavier Pereira menjelaskan, sebanyak 60 tapping box akan dipasang di restoran, hotel dan tempat parkir. “Targetnya, 60 tapping box tersebut bisa terpasang semua pada tahun 2025 ini,” katanya.

Dijelaskan, pemasangan tapping box merupakan langkah yang tepat dalam upaya mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak. Karena pemasangan tapping box atau perekam data ini akan menjadi acuan baru bagi wajib pajak untuk memberikan kontribusinya ke PAD di Kota Salatiga.

“Pemasangan tapping box akan dilakukan secara bertahap. Tapping box ini akan memberikan catatan dan akan dijadikan acuan bagi wajib pajak,” jelasnya.

Lebih jauh Cansio menyebutkan, realisasi pajak restoran pada 2024 cukup besar, yakni mencapai Rp16,5 miliar. Sedangkan realisasi pajak hotel sebesar Rp5,6 miliar.

“Adapun target pajak hotel di 2025 diproyeksikan sebesar Rp6,3 miliar dan pajak restoran diproyeksikan sebesar Rp14,4 miliar,” tutupnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]